Home > Uncategorized > MAKNA SUMPAH PEMUDA

MAKNA SUMPAH PEMUDA

28 Oktober adalah hari Sumpah Pemuda. Sebagai pemuda yang merupakan generasi penerus bagi bangsa ini, dan statement JFK (jangan tanyakan apa yang telah bangsa ini berikan pada mu tetapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan pada bangsa ini) tampaknya masih cukup relevan. Apakah kita masih harus berjuang untuk bangsa ini ataukah sudah cukup sehingga yang harus kita lakukan adalah menambang penghasilan agar dapat hidup dengan lebih baik di negeri ini.

Tugas anda dalam perkuliahan kali ini adalah melanjutkan pembelajaran dengan menggunakan metode debat, setelah artikel ini anda baca pada minggu lalu dan anda lakukan diskusi dalam masing-masing kelompok (kelompok pro dan kelompok kontra). Teknik yang dilakukan dalam pembelajaran di kelas adalah melakukan debat dengan mengajukan argumen dari masing-masing kelompok. Dosen akan menilai argumen dan kemampuan anda mengemukakan pendapatnya. 

Apapun argumen yang anda kemukakan haruslah didasari referensi yang anda peroleh dari artikel2 yang terdapat dalam internet. Masukkan argumen anda ke dalam kolom comment dan kelpok yang berseberangan harus merespon argumen tersebut.

About these ads
Categories: Uncategorized
  1. October 14, 2011 at 12:45 am

    pro:
    Di saat teknologi belum secanggih sekarang, di saat semua pembicaraan masih melalui pembicaraan langsung, surat yang dikirimkan pun akan mengalami proses yang begitu panjang, tapi pemuda dan mahasiswa pada zaman lalu telah melakukan sesuatu yang akan terus dikenang oleh bangsa ini sebagai gerakan progresiv revolusiener yang akan terus memberikan catatan sejarah gerakan perjuangan nan heroik yang mungkin akan menjadi semangat bagi generasi penerus yang ada sekarang.

    Berkaca terhadap peristiwa sejarah itu, masihkah kita akan tetap terlena dengan cerita-cerita heroik dari masa ke masa itu. Dimana mahasiswa sekarang, dengan segala kecanggihan teknologi, dengan segala keterbukaan informasi. Apakah kondisi bangsa hari ini tidak cukup menyadarkan kita mahasiswa untuk terus bergerak menuntuk keadilan berbangsa di negeri ini? Terlena dengan cerita masa lalu dan terus membanggakan prestasi mahasiwa di masa lau. Ayo kawan, mana tanganmu? Masih bisakah tanganmu mengepal keras, masih bisakah lenganmu naik keatas, masih bisakah mulutmu mengelurkan suara untuk berteriak lantang, masih bisakah kakimu berjalan menyusuri jalan-jalan di negeri ini untuk meyerukan kepada seluruh bangsa atas apa yang terjadi terhadap kondisi bangsa ini? http://www.gmninews.com/?news=nberita&id=62

  2. October 14, 2011 at 12:47 am

    http://valintnando.blogspot.com/2011/03/artikel-hak-dan-kewajiban-sebagai-wni.html

    http://ditasyakieb.wordpress.com/2011/02/27/artikel-hak-dan-kewajiban-warga-negara/

    “ Hak Warga Negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945
    1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
    2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
    3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan
    4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai
    5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
    6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh
    7. Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku “

    Sebagai warga Negara kita memiliki hak seperti yang telah dicantumkan diatas. Hak adalah sesuatu yang perlu dituntut oleh kita. Negara mebebankan berbagai kewajiban, maka kita perlu menuntuk hak itu.
    Negara ini adalah Negara hasil perjuangan para pendahulu kita. Apakah kita perlu berjuang segenap tenaga seperti para pendahulu kita ? rasanya sudah cukup kita dengan keadaan seperti ini. Kita tinggal mengisi kemerdekaan dan menikmati hasil buah perjuangan para pendahulu kita. Saya kira teman-teman sependapat dengan pernyataan kita bukan ?

  3. October 14, 2011 at 12:59 am

    pro :
    saya setuju dengan pendapat saudari siska.
    Apa yang telah terjadi di negara ini? sebelum Indonesia merdeka dan teknologi belum secanggih seperti sekarang, para pemuda kita bisa mempersatukan bangsa ini se-Nusantara. Tapi mengapa ketika teknologi sudah secanggih seperti sekarang, para pemuda itu seolah-olah lupa akan makna sumpah pemuda yang salah satunya yaitu mempersatukan bangsa ini. Justru yang terlihat sekarang yaitu perpecahan, tawuran, dan konflik antar agama maupun antar suku di berbagai belahan bumi Indonesia. Ayo kawan-kawan, sudah seharusnya kita memanfaatkan teknologi ini untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang sudah mulai terpecah-belah!!!

  4. October 14, 2011 at 1:14 am

    Berbicara mengenai hak, kita juga harus membicarakan kewajiban. Bagaimana jadinya negara ini ketika setiap penduduk hanya menuntut hak sedangkan kewajiban tidak dilaksanakan dengan maksimal. Coba tanya pada hati nurani anda apakah sudah cukup dengan keadaan yang sebenarnya di masyarakat seperti masih banyaknya kemiskinan, pengangguran, rasa nasionalisme yang ada dalam masyarakat dan pendidikan. Apakah semua persoalan tersebut tidak bisa dipecahkan dengan kata “cukup”?
    memang setiap warga negara mempunyai hak,tapi di sisi itu setiap warga negara ada kewajiban yang harus di penuhi: dalam UUD ’45 pasal 27-34 tercantun:
    – Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh
    – Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)
    – Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
    – Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia
    – Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.

    http://syadiashare.com/hak-dan-kewajiban-warga-negara.html

    kita jangan dulu menuntut hak sebelum menunaikan kewajiban kawan…
    jika kita hanya menuntut hak saja, maka negara kita ini tidak akan pernah maju. kalau bukan oleh kita sebagai agen of change, oleh siapa lagi? masa depan bangsa dan negara ini terletak ditangan kita kawan…

  5. October 14, 2011 at 1:31 am

    tapi kita bisa lihat keyantaanya sekarang ini apa yang telah pemerintah buat
    DPR hanya membuat RUU2 yang tidak ada juntrungannya
    mau samapai kapan rakyat kita digantung oleh sistem pemerintahan yang tidak berguna ini
    Mau di bawa kemana kita???

    kita sebagai rakyat harusnya melihat teladan pemimpin kita
    tyapi KALAU SEPERTI INI APA YANG MAW KITA TELADANI!!!!
    lihat kenyataannya sekarang!!!!!!!!!!
    kita sudah menjalankan kewajiban kita selaku warga negara, seperti membayar pajak dan mentaati UU yang telah dibuat, negara sendiri lalai dalam memenuhi hak warga negaranya..

    http://www.demosindonesia.org/siaran-pers/3918-hilangnya-tanggung-jawab-negara-terabaikannya-pemenuhan-hak-ekonomi-sosial-dan-budaya.html

  6. October 14, 2011 at 1:39 am

    anda mengatakan bahwa DPR hanya membuat RUU2 yang tidak ada juntrungnya, apa anda akan membiarkannya saja dan tidak akan merubahnya? justru itu tugas kita sebagai pemuda, kita lah yang harus merubah dan memperjuangkannya untuk memperbaikinya.

  7. October 14, 2011 at 3:06 am

    Tetapi bukankah itu sudah menjadi tugas mereka sebagai wakil rakyat, kita seharusnya hanya menunggu apa keputusan mereka saja kan. Karena bukankah kita telah mengamanahkan aspirasi kita kepada mereka, jadi ya kita tunggu saja apakah mereka bisa menjalankan amanah itu dengan baik atau tidak.

  8. October 14, 2011 at 3:52 am

    Nur Fitri Hermayati (0800276), kelompok kontra :
    Keinginan untuk memperbaikinya pastilah ada dalam setiap benak bangsa Indonesia yang tentunya cinta terhadap tanah airnya dan mempunyai jiwa nasionalis yang tinggi. tapi bukankah jiwa nasionalis seseorang tidak dapat kita ukur secara nyata dan kasat mata. oleh karena itu kita jangan hanya menyuarakan atau menggelorakan akan memperbaiki negara kita dan berjuang sama halnya dengan para pendahulu kita serta meneruskan perjuangannya. Menurut saya sudah cukuplah kita bersuara, sekarang ini waktunya kita bergerak karena sebenarnya perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Menurut saya tugas kita sebagai generasi bangsa atau putra bangsa hanya lah menjalani apa yang ada dan yang telah diwariskan oleh para leluhur kita dan dijalankan kearah yang positif tentunya. Cukuplah perjuangan kita itu dengan menjalani yang ada dihadapan kita dalam jalan kebenaran tentunya yang mungkin nantinya akan membawa dampak positif bagi diri kita sendiri atau bagi lingkungan sekitar kita bahkan bagi bangsa dan bernegara.

  9. October 14, 2011 at 4:16 am

    Nama : Labibatussolihah (kontra)
    NIM : 1001953

    “Hak Warga Negara Indonesia …Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran”
    Namun, mengapa masih ada sekolah yang bobrok, sehingga para siswa harus belajar di luar beratapkan langit yang menjadikan suasana belajar tidak nyaman. Sedangkan gedung pemerintaha yang kokoh dan jika ada kerusakan di renovasi, dengan anggaran yang tidak sedikit, seperti renovasi gedung DPR yang menganggarkan 1,8 triliun. Apa pemerintah tidak malu? masih banyak sekolah yang bangunannya tidak layak, dan nyaris roboh bahkan ada SDN di Probolinggo yang sekolahnya bobrok, para siswa membawa bangku sendiri dari rumah dan bangku panjang disekolah dijadikan meja, sedangkan dinding kelas hanya terbuat dari anyaman bambu, apa itu bisa disebut layak ? Apakah dengan keadaan seperti itu bisa tercipta pembelajaran yang efektif guna tercapainya tujuan pembelajaran untuk mencerdaskan anak bangsa?
    Padahal kita sebagai warga Negara sudah menjalankan kewajiban, seperti membayar pajak dan sudah layaknya kita mendapat hak yang sudah seharusnya. Bukankah itu merupakan suatu kewajiban pemerintah untuk memberi pendidikan secara merata ke seluruh warga Negara, seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

    http://www.indosiar.com/tags/sekolah-bobrok

    http://www.indosiar.com/fokus/92185/siswa-bawa-bangku-sendiri-dari-rumah

    http://www.putra-putri-indonesia.com/pembukaan-uud.html

    http://valintnando.blogspot.com/2011/03/artikel-hak-dan-kewajiban-sebagai-wni.html

    http://news.okezone.com/read/2010/05/05/339/329753/anggaran-renovasi-gedung-dpr-harus-dimatangkan

  10. October 14, 2011 at 7:10 am

    Cukuplah para pemerintah kita yang berbuat demikian, jangan sampai kita juga ikut-ikutan. Kalau kita mengikuti mereka, maka keadaan negara ini akan semakin kacau. Tugas kita adalah merubah hal yang negatif menjadi hal yang positif. Satu hal lagi, tidak semua pemimpin itu bisa menjadi teladan bagi kita. Yang bisa menjadi teladan bagi kita adalah para pemimpin yang bertanggung jawab dan memperhatikan kehidupan rakyatnya. Jika pemimpin itu tidak bisa menjadi teladan bagi kita, apa salahnya kalau KITA YANG MENJADI TELADAN bagi pemimpin? Jangan sampai di negara kita ini tidak ada satupun yang bisa menjadi teladan bagi orang lain. Kita sebagai pemuda sekaligus sebagai mahasiswa yang membawa semangat perubahan dan memiliki sejuta ide, seharusnya kita bisa menyulap semua keterpurukan ini menjadi sebuah kemajuan yang akan membawa bangsa dan negara ini menuju kejayaan. Bukankah “kejayaan” yang kita inginkan? Oleh karena itu, bangkitlah wahai pemuda!!! Tunjukkan perjuanganmu dalam membangun negri ini.

    Bung Karno pernah berseru: “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia!” Begitu dahsyatnya peran pemuda sehingga mampu menjadi pendobrak perubahan. Tidak salah ketika Hasan Al Banna mengatakan: “Sejak dahulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya.”
    Sejatinya, mahasiswa adalah para penyeru kebaikan. Mereka senantiasa membawa misi kemanusiaan. Setiap kali kita temukan ketidak-benaran, pada saat itu pula mahasiswa harus bergerak. Mengutip kata-kata Soe Hok Gie, “mahasiswa adalah the happy selected few yang dapat kuliah, oleh karenanya mereka harus menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya.”

    http://kem.ami.or.id/2011/09/peran-mahasiswa-dalam-mengisi-kepemimpinan-masa-depan/

  11. October 14, 2011 at 9:23 am

    pro (andika yudhistira pratama) : menurut saya apa yang dikatakan saudari dari kelompok yang kontra, tentang masayarakat kita yang sudah membayar pajak dan menuntuk haknya…
    menurut saya dalam hal ini belum semua warga yang sadar akan membayar pajak menaatti UU, dan juga para menteri-menteri kita sendiri masih banyak yang melakukan hal yang sangat menjijikan seperti korupsi terhadap dana dari pajak yang dibayarkan oleh rakyatnya.
    maka dari itu kita selaku pemuda dari golongan terpelajar harus mampu memberikan pengaruh baik bagi rakyat indonesia yang lainnya. dengan mulailah menanamkan kesadaran mulai dari diri kita sendiri. dan kita sebagai pemuda sudah seharusnya untuk membawa perubahan bagi keadaan yang belum kondusif di negara kita ini.
    dan alahkah baiknya jika para pemuda selalu menyebarkan trend positif bagi masyarakat dan negara kita ini.
    dan sedikit mengutip komentar MAU DIBAWA KEMANA KITA?
    menurut saya sebelum kita bertanya mau dibawa kemana kita, alangkah baiknya kita bertanya-tanya akan mau dibawa kemana negara ini oleh kita? karena baik buruknya arah atau tujuan negara ini pun tidak dapat dilepaskan dari perilaku kita sebagai warga negara. jadi jika kita menjadi warga negara yang baik dan sadar akan hak dan kewajiban kita demi kemajuan dan kepentingan negara ini maka negara ini pun dapat menjadi lebih baik dari keaadan negara kita yang sekarang.
    semangat terus wahai pemuda demi kebaikan dan kemajuan negara tercinta Indonesia…

  12. October 14, 2011 at 10:11 am

    1001838 (kontra)
    Percuma untuk melakukan itu, jika sekarang berjuang, tetap saja ada kerusuhan antara suku atau sejenisnya. Sampai-sampai adanya perbedaan dalam beride atau berpikir juga mengakibatkan konflik. Jadi lebih baik individu-individu saja. Adanya sumpah pemuda itu hanya berpengaruh dan berperan pada masanya. Sekarang pun pemuda “cuek-cuek” dan lebih bangga menggunakan bahasa asing dan kebudayaan asing.
    Serta terdapat beberapa pengkhianatan terhadap cita-cita sumpah pemuda. Katanya bersatu, tetapi contohnya saja adanya perbedaan sedikit, misalnya pendapat atau keyakinan dijadikan sebuah masalah. Jadi untuk apa sumpah pemuda? Salah satu buktinya juga para pemuda-pemudi ada yang bersikap tidak toleransi, tidak saling menghargai. katanya satu bangsa satu tanah air.

    http://forum.kompas.com/nasional/25222-makna-sumpah-pemuda-masih-adakah-dalam-realitas-masa-kini-2.html

    http://andreysubiantoro.jigsy.com/entries/rekiblik/sumpah-pemuda-dalam-realitas-masa-kini

  13. October 14, 2011 at 2:09 pm

    EUIS ISTIKOMAH 1002156 KELOMPOK PRO
    apakah kewajiban kita semata mata hanya membayar pajak dan menaati peraturan UU,,? kita adalah generasi muda harapan bangsa yang akan meneruskan para pejabat atau DPR nantinya, apakah kita hanya diam kemudian tunduk patuh saja terhadap pemerintahan atau aturan yang menurut kelompok anda tidak ada jantrungnya, ? bagaimana bangsa kita kan berubah dari kemelut yang sekarang kita rasakan apabila generasi mudanya saja sudah pasrah dan menyalahkan pemerintahan,, menurut saya pribadi kesalahan tidak hanya pada segi pemerintahan saja, kita harus berkaca pada diri kita sendiri apakah kita sudah menpunyai kontribusi nyata dalam memberikan rasa cinta pada tanah air kita? tindakan is power ,,

  14. Shintya Dwi Wahyuningtiyas
    October 14, 2011 at 2:57 pm

    Nama: Shintya Dwi Wahyuningtiyas (Pro)

    Sebelum kita menyatakan bahwa sesuatu itu salah, berarti kita sudah memikirkan apa yang seharusnya benar. Mengutip kata-kata bijak bahwa ketika kita menunjuk sesuatu itu salah, jangan lupa tiga jari lainnya mengarah kepada kita. Daripada terus mencari kesalahan ada baiknya kita bersama-sama mencari jalan keluar untuk meneruskan perjuangan.

    Saya setuju dengan komentar kelompok saya diatas, sebelum kita melangkah lebih jauh kepada masalah yang terjadi di negara kita, maka ada baiknya kita memahami dahulu bagaimana posisi, fungsi dan peran mahasiswa. Kenapa harus mahasiswa? Karena yang menjadi tolak ukur adalah pemuda. Pemuda yang seperti apa yang dibutuhkan negara? Yaitu pemuda yang bisa merubah masa depan negara kita kearah yang lebih baik. Posisi mahasiswa itu ada diantara masyarakat dan pemerintah, mahasiswa menjadi kontrol politik dan penyalur aspirasi rakyat. Oleh karena itu kita harus mengoptimalkan peran, fungsi dan posisi kita sebagai mahasiswa.

    Hakikat suatu negara itu membutuhkan sebuah regenerasi dimana tampuk kekuasaan berpindah dari golongan tua ke golongan muda, disinilah peran mahasiswa sebagai iron stock. Apabila pemerintahan yang sekarang bobrok, hal tersebut bisa menjadi cerminan untuk kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
    material07itb.wordpress.com/2008/08/10/peran-fungsi-dan-posisi-mahasiswa/

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ar-Ra’d
    ayat 12 yang artinya: “Bahwasanya Allah tidak akan mengubah
    nasib suatu kaum , sehingga mereka (kaum itu)
    mengubah dirinya sendiri.”

  15. October 14, 2011 at 3:20 pm

    Setiap yang dilakukan oleh warga Negara Indonesia untuk Negara terkesan tidak ada manfaatnya dan tidak ada timbal baliknya dari Negara untuk rakyat. Banyak yang beranggapan bahwa berbuat atau melakukan satu hal untuk negara di Indonesia malah rugi. Itu dibuktikan dengan ketaatan yang dilakukan masyarakat kepada apa yang diwajibkan oleh negara kepada masyarakat tidak ada hasilnya, tidak ada timbal baliknya, dan tidak ada balasannya dari apa yang telah masyarakat berikan untuk negara. Misalnya dalam masalah pajak. Pajak dibayar oleh masyarakat, tetapi apa yang diberikan negara untuk masyarakat ? pendidikan tetap mahal,biaya kesehatan tidak terjamin, terlebih untuk masyarakat yang kurang mampu. Bukan hanya itu, dalam hal yang kecil saja. Misalnya, untuk makan , masih banyak masyarakat yang masih sulit untuk sekedar mengisi perut untuk bertahan hidup.
    Lihatlah bagaimana anggota DPR dan jajaran-jajarannya begitu mementingkan diri mereka sendiri. Seperti tidak memiliki kewajiban terhadap rakyatnya. Gaji yang sangat besar seolah tidak cukup untuk kehidupan mereka, tidak memikirkan bagaimana nasib masyarakat dilur mereka. Untuk itu, apa yang telah negara berikan untuk rakyat ?

  16. October 14, 2011 at 11:18 pm

    Menurut saya jangan jangan hanya mengharap untuk diberi tapi berusahalah untuk memberi lebih agar kita mendapatkan apa yang di inginkan. Mengeruk kekayaan indonesia untuk kepentingan pribadi itu bukanlah sikap nasionalisme dan persatuan. Apakah pantas kita menegruk kekayaan indonesia sedangkan kita belum tidka pernah melakukan atau meberikan hal yang bermanfaat kepada indonesia. Kita saja sebagai pelajar belum bisa belajar dengan benar bagaiman akan menjadikan bangsa ini bangsa yang maju. Jangan slahkan bangsa asing yang tidka menghargai indonesia mereka Cuma menghargai kekayaan indonesia karena orang-orang indonesia sendiri tidak menghargai bangsanya sendiri.
    Jangan karena ada undang-undang yang mengatur tentang warga negara indonesia berhak mendapatkan penghidupan yang layak kita dengan senang hati dan sepuas hati tanpa memikirkan lingkungan sosial kita mengeruk kekayaan indonesia. Negara membebankan kewajiban apakah kita sebagai bangs aindoensia telah bena-benar melaksanaan kewajiban kita sebagai warga negara. Jangan hanya menuntut hak kita saja. Hak itu juga harus memperhatikan segi kemanusian. Bukan hanya memperhatikan hak kita pribadi saja. Sampai kapanpun perjuangan itu tidak akan selesai. Karena perjuangan itu banyak ragamnya dan tugas kita sekarang mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang positif untuk bangs adan diri kita. Berkaryalah untuk bangsa. Jangan mengharap untuk di beri tapi belajarlah untuk member.

  17. October 14, 2011 at 11:52 pm

    Heni Winarto 1000899 (kontra)
    Menanggapi komentar dari pihak pro di atas, memang pada kenyataannya ada sebagian masyarakat yang belum memenuhi kewajibannya sebagai warga negara, tetapi bukan berarti karena sebagian masyarakat yang tidak taat itu menjadikan masyarakat yang lain yang memang telah memenuhi kewajibannya sebagai warga negara lantas tidak mendapatkan apa yang menjadi hak nya sebagai warga negara yang taat pada peraturan.
    Bukankah hak itu harus diberikan pada yang menerimanya?
    Kemudian menanggapi aparatur pemerintah yang masih korupsi.
    Anehnya mereka yang membuat undang-undanglah yang justru sering melanggar undang-undang itu sendiri. Darimana kita sebagai pemuda bisa bercermin pada pemimpin yang justru mencontohkan apa yang seharusnya tidak dilakukan. Contoh tidak baik itu justru dapat merusak moral dan karakter pemuda yang notabenenya masih labil. Kita bisa mengatakan sebagai pemuda yang merupakan kaum intelektual, dan agent of change seharusnya kita bisa memfiltrasi mana teladan yang baik dan yang tidak baik sehingga tidak mengulanginya. Tapi BUKANKAH PARA KORUPTOR DAN PEJABAT YANG MELANGGAR ATURAN ITU JUGA DULUNYA MERUPAKAN PARA PEMUDA, KAUM INTELEKTUAL? PARA MAHASISWA YANG KATANYA AGENT OF CHANGE?
    Sekarang apa yang meraka ubah dengan keintelektualannya?
    Hanya menjadi penerus kebusukan untuk pemenuhan keinginann akan haus tahta?
    Pemenuhan hak pada mereka yang telah patuh pada peraturan seharusnya lebih diutamakan, karena hak tersebut juga pada akhirnya yang akan membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Bkankah bangsa ini terbentuk dengan perjuangan hingga akhirnya memperoleh kemerdekaan ? Seharusnya negara mengayomi dan memenuhi hak rakyatnya. Dan yang perlu di ingat adalah, banyak warga negara yang tak mampu dan berharap pada pemenuhan hak penghidupan yang layak sebagai warga negara. Ketika kita sudah melaksanakan kewajiban sebagai warga negara, NEGARA PUN BERKEWAJIBAN MEMENUHI HAK KITA SEBAGAI WARGA NEGARA.

  18. October 15, 2011 at 12:18 am

    Asep Yendi Desyandi (Kontra)
    Pemuda Indonesia adalah penerus kepemimpinan bangsa ini menuju perubahan. Apa jadinya jika pemuda kita bersikap acuh terhadap nasib bangsanya. Bersikap masa bodoh terhadap bangsanya sendiri yang merupakan titik awal dari kehancuran bangsa dan negara ini.Sangat disayangkan, peringatan sumpah pemuda tiap 28 Oktober terasa sia – sia dan hampa makna dan hmpir tidak ada artinya . Perjuangan pemuda Indonesia seperti berkurang dan hampir musnah di gerus westernisasi dengan sikap doyan hura – hura dan poya-poya. Hanya sebagian kecil pemuda yang memikirkan nasib bangsanya, dan hanya minoritas yang semakin terbatas. Pemuda dari kalangan mahasiswa dan pelajar berubah sangar dengan berbagai aksi demo anarkis karena ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang terjebak di era Reformasi kebablasan. Dan ada hal yang sangat lucu bagi saya Pribadi, masih ada Pemuda yang tidak hapal isi Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan dasar Negara Kita! Bagaimana kita bisa merealisasikan Seruan Presiden Soekarno kalau Pemuda kitanya juga mengalami Krisis Identitas, Dekadensi Moral, Apatis dan skeptis terhadap sesama.Mana pengamalan Pancasilanya??? Yang ada hanya NOL besar!!
    Semua itu karena hilangnya rasa cinta Indonesia di jiwa dan hati pemuda Indonesia. Hanya sedikit yang mampu mendalami dan memaknai cinta kepada Indonesia. Yang lainnya tergerus perubahan akibat pengaruh globalisasi dan mabuk dalam lingkaran kesenangan pribadi. Sungguh disayangkan, pergerakan pemuda yang berpikir demi kepentingan bangsa lebih sedikit daripada pergerakan pemuda yang suka hura – hura, ngumpul di jalan untuk kesenangan, nongkrong dan mabuk dengan pergaulan bebas.

  19. October 15, 2011 at 4:53 am

    Nur Fitri Hermayati (0800276), kontra :

    keinginan untuk memberi yang terbaik bahkan untuk memperbaiki negeri kita ini, pastilah ada dalam benak setiap warga negara yang cinta tanah airnya dan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Tapi bukankah jiwa nasionalis itu tidak dapat diukur secara nyata dan tidak dapat dilihat secara kasat mata ? oleh karena itu, cukuplah kita hanya bersuara atau hanya bergelora untuk memperbaiki negeri ini, berjuang terus demi negeri ini dan melanjutkan perjuangan para pendahulu kita karena kita kini sudah merdeka. Walaupun banyak statement yang menyatakan bahwa kita masih dijajah meski bukan dengan cara yang sama seperti dahulu. oleh karena itu cara yang dilakukan pun bukan terus berjuang tetapi cukup menjalankan apa yang ada dihadapan kita dan tentunya dijalankan secara positif, karena mungkin apabila kita menjalankan kehidupan secara positif maka hasilnya akan berguna bagi diri kita sendiri, ingkungan sekitar bahkan bagi bangsa dan negara. jika kita menginginkan keadaan negara kita yang lebih baik maka perubahan itu ada pada diri kita sendiri. jangan hanya bersuara, karena itu terlihat hanya teori saja jika berbicara mengenai apa yang sudah kita berikan pada bangsa ini, menurut saya kita jangan terlalu rendah hati karena disadari atau tidak sebenarnya kita telah berusaha banyak memberikan pada negara kita bahkan sudah memberikannya walaupun tidak maksimal. ya mungkin memang benar kita juga berhak untuk menuntut hak kita yang telah tertera dalam petunjuk negara kita.

    pada intinya yang seharusnya kita lakukan cukuplah menjalankan apa yang ada dihadapan kita dengan cara yang positif. cukuplah kita menjalankan kehidupan kita dan merencanakan masa yang akan datang.

  20. October 15, 2011 at 6:37 am

    rendi rudiana (0704086)
    kontra :

    sumpah merupakan sesuatu yang harus ditepati. begitu pula sumpah pemuda yang dideklarasikan para pemuda pada waktu itu dengan tujuan untuk mengumpulkan para pemuda Indonesia untuk berjuang bersama melawan penjajah. tetapi jika melihat sekarang sepertinya sumpah tersebut sudah tidak terlaksana lagi. menurut saya itu bukan lah karena tidak adanya kesadaran dari para pemuda sekarang untuk berjuang. tetapi ya, karena sudah berbeda zaman. pada waktu itu mereka berjuang demi merebut kemerdekaan negara dan mengusir penjajah. tetapi sekarang kita sudah merdeka, jadi perjuangan pun tidak dapat disamakan dengan masa lalu. perjuangan fisik telah usai karena kita tidak lagi dikuasai pihak asing secara langsung. saya setuju dengan rekan saya Nur Fitri bahwa sekarang ini yang harus kita lakukan hanya lah cukup menjalankan dengan apa yang ada dihadapan kita. karena jika kita melihat kenyataanya sekarang kita membutuhkan aksi dari pada hanya lisan saja. kita jangan menjudge bahwa sekarang ini banyak orang indonesia yang tidak taat pada negaranya tetapi kita juga harus berintrospeksi terlebih dahulu. sebelum ingin memperbaiki yang besar dalam hal ini ialah negara Indonesia maka lihatlah diri kita sendiri, dimulai dari diri kita sendiri.yang sekarang wajib kita lihat adalah memperbaiki diri sendiri, berjalan dalam kebenaran dan fokus terhadap masa depan.

    jika saya melihat komentar dari pihak pro , seakan-akan kita harus meneruskan perjuangan dari pahlawan kita padahal kan keadaannya pun sudah berbeda. marilah sekarang ini kita mempersiapkan diri kita sebagai yang terbaik untuk masa mendatang bukan meneruskan perjuangan para pahlawan kita karena perjuangan seperti itu sudah cukup menurut saya.

  21. October 15, 2011 at 6:56 am

    saya yakin banyak dari para pemuda di Indonesia Indonesia yang telah cukup banyak memberikan sesuatu yang berharga kepada negara kita, dengan kita membayar SPP atau biaya lain dalam perkuliahan pun tentunya kita sudah memberikan sesuatu yang berharga untuk negara. oleh karena itu saya setuju dengan rekan-rekan saya dalam kelompok pro yang menyatakan bahwa ada kalnya kita juga menuntut hak kepada pemerintah yang tentunya menaungi rakyatnya. maka dari itu memang wajar sekarang ini banyak terjadi perbedaan, konflik bahkan permasalahan di dalam negeri karena jika saya lihat itu semua merupakan implikasi dari ketidakpuasan masyarakat akahak-haknya dari pemerintah.

  22. October 15, 2011 at 8:51 am

    Dinan Afifah Firdaus (0906686)

    Saya akan menanggapi komentar dari mahasiswa sebelum saya, Rendi Rudiana (tidak mengomentari akar permasalahan di atas). Ya, setuju bahwa perjuangan pemuda masa sekarang dan masa pergerakan sangatlah berbeda. Namun bukan berarti perjuangan berhenti begitu saja. Menurut saya, berjuang tidak harus melakukan hal yang berat. Namun kita harus berjuang dari individu masing-masing. Seperti yang dituturkan oleh Dr. Nana Supriatna, M. Ed. bahwa dengan membuang sampah pada tempatnya saja itu sudah merupakan berjuang untuk bangsa ini. Hal ini beliau sebut dengan keterampilan sosial. Nana Supriatna (2007) dalam “Konstruksi Pembelajaran Kritis” menjelaskan bahwa kerterampilam sosial ini mencakup mengenal bahasa symbol (antara lain rambu-rambu lalu lintas dan symbol-simbol yang dipahami masyarakat global), antri di tempat-tempat umum, membuang sampah pada tempatnya, berkomunikasi dengan baik, bekerjasama dengan kelompok yang majemuk, menjadi konsumen yang selektif, membuat keputusan, menggunakan sarana dan fasilitas umum, berpartisipasi sebagia warganegara, mengakui kemajemukan, menggali, mengolah, dan memanfaatkan informasi untuk peningkatan diri.
    Hal tersebut sangat relavan jika dihubungkan dengan perjuangan masa sekarang. Generasi muda diharuskan mempunyai keterampilan sosial dalam rangka berjuang mengisi kontribusi pada negeri ini. Jadi saya rasa perjuangan pemuda tidak cukup berhenti dan hanya menikmati hasilnya saja. Dan perjuangannya pun tidak harus seperti apa yang dilakukan para pahlawan kita dahulu. Saya harap kita sebagai generasi penerus bangsa wajib mempunyai keterampilan sosial tersebut untuk mengisi kontribusi pada Negara tercinta kita, Indonesia.

    Sumber:
    1. Supriatna, Nana. (2007). Konstruksi Pembelajaran Sejarah Kritis”. Historia Utama Press: Bandung

  23. October 15, 2011 at 9:57 am

    maaf sodara Dinan mengapa anda menjudgr bahwa tanggapan saya tidak mengomentari permasalahan diatas ? tolong coba dan baca secara hati-hati, pelan-pelan dan mendalam dan coba baca lagi apa yang harus kita perdebatkan. kita harus menanggapi komentar-komentar sebelumnya. saya berada dalam pihak yang kontra, dan saya mencoba menanggapi pihak yang pro . bahwa pihak pro seolah-olah berkomentar bahwa kita harus terus berjuang meneruskan perjuangan bangsa dengan menjalankan kewajiban=kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. lalu saya menanggapinya dengan mempertegas pendapat dari kelompok saya bahwa pada masa sekarang ini setelah kita merdeka, perjuangan itu bukan berupa meneruskan perjuangan bangsa seperti dahulu para pemuda memperjuangkan bangsa ini. saya berpendapat bahwa sudah cukup kita berjuang seperti itu karena jamannya pun sudah berbeda. yang harus kita lakukan sekarang ialah bahwa kita mulai dari diri sendiri dan memperbaiki diri kita sendiri. ya contohnya dengan apa yang anda katakan. saya mengomentari pihak yang pro diatas yang mengatakan bahwa kita harus memperbaiki negeri ini. nah sebelum ke hal yang besar itu kita mulai dari diri sendiri dulu. jadi seolah-olah itu terlihat hanya secara lisan saja.

    jika saya lihat komentar anda juga seperti yang setuju dengan pendapat saya, saya menyatakan bahwa kita mulai dari sendiri lalu anda menyebutkan contoh-contohnya . bukankah berarti itu mempertegas pendapat saya

  24. October 15, 2011 at 10:12 am

    yang saya ingin tegaskan disini sebenarnya ialah jika bagaimana kalau kita telah berusaha menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik tetapi keadaan disekitar tidak mendukung ? contohnya pemerintah yang tidak bisa kita jadikan contoh atau lingkungan negara yang kacau. ya maka dari itu, kita perbaiki saja dahulu diri kita sendiri dengan menjalankan apa yang ada di hadapan kita dalam jalan yang benar dan mempersiapkan masa yang akan datang dengan cukup matang dimasa sekarang.

  25. October 15, 2011 at 11:53 am

    Dede Indra Kontra
    1005744

    saya akan mengomentari post dari Dinan Dika.
    bila hanya hal tersebut saja yang kita lakukan lalu apakah SISTEM PEMERINTAHAN YANG BOBROK ini akan BERUBAH??????
    menurut saya tidak!!!!
    karana hal yang saudara sebutkan hanya hal – hal yang TIDAK AKAN MERUBAH SISTEM PEMERINTAHAN!
    apakah dengan melakukan hal hal tersebut para KORUPTOR2 akan bertobat????
    SAYA RASA TIDAK!
    karena yang mengubah sistem pemerintahan adalah pemerintah itu sendiri!
    kita jika hanya dengan melakukan hal hal tersebut negara ini TIDAK AKAN BERUBAH selama pemerintahannya selalu mengurusi hal hal yang tidak penting!!!!
    kita sebagai rakyat hanya bisa melihat para koruptor koruptor itu merajalela tidak bisa berbuat apa2.
    disini anda hanya memasukan golongan pemuda saja bagaimana dengan golongan tua justru perubahan harus dilakukan oleh golongan tua terlebih dahulu.
    golongan pemuda itu hanya bisa MERUSAK NEGARA!!!
    demo2 yang ujung2nya sistem pemerintahan tidak berubah, dan malah sifat ANARKIS yang menonjol dari kalangan pemuda.
    coba anda lihat dari gerakan reformasi 1998
    apakah yang golongan pemuda lakukan itu benar???
    justru malah membuat negara kita ini makin BOBROK saja!
    dalam gerakan tersebut para golongan pemuda justru lebih ke arah ANARKIS!!
    coba lihat para korban2. contohnya orang2 China yang ada di Jakarta diperkosa dan DIBUNUH oleh kalangan demonstran2!!
    apakah hal tersebut baik dilakukan???
    saya rasa tidak!!
    gerakan 1998 menghendaki HAM tapi mereka malah membunuh!!!!
    jadi menurut saya sebagai golongan pemuda, yang harus berubah adalah sistem pemerintahannya buka kita yang berubah tapi mereka
    karena yang dipikirkan rakyat hanyalah “isi perut” bukan politik!!!
    maka yang harusnya berbuat itu adalah pemerintah! bukan kita!!

  26. October 15, 2011 at 4:15 pm

    Taupik (1002992)
    Kelompok kontra
    Saya akan mengomentari pendapat dari saudara Dinan Afifah Firdaus. Menurut pendapat saya memang ada benarnya jika pemuda pada era sekarang ini harus bisa bersikap baik dengan menggunakan Keterampilan Sosial seperti yang sudah dijelaskan oleh anda saudara Dinan Afifah Firdaus yang didasarkan pada penuturan Dr. Nana Supriatna, namun itu saja tidaklah cukup untuk mengisi perjuangan dari pendahulu kita. pemuda pada saat ini memang berbeda suasana pada masa dulu saat sebelum sumpah pemuda itu dilaksanakan. Pemuda pada era sekarang ini sudah dapat menikmati hasil dari jerih payah para pendahulunya,jadi karakter perjuangan yang berat seperti pada zaman dulu itu sudah bukan eranya lagi jika dilakukan pada masa sekarang ini, sekarang saat nya kita menikmati dan mengisi dengan prestasi-prestasi yang membanggakan, sudah saatnya sekarang kita tunjukan eksistensi kita sebagai pemuda di tingkat internasional, bukan hanya di tingkat Nasional saja, kemudian kita tidak terus menerus terpaku kedalam konteks perjuangan Sumpah Pemuda pada masa dahulu seperti yang dilakukan oleh para pemuda pendahulu kita yang memperjuangkan Sumpah pemuda, karena keadaan dan zamannya pun sudah berbeda pula, jadi pada intinya kita lebih mengisi dengan apa yang telah diperjuangkan oleh Pejuang Sumpah Pemuda kita.

  27. October 16, 2011 at 11:40 am

    Nama: Diyah Nur Fauziyyah (1005897)
    Kelompok pro
    Anda menyebutkan bahwa pemerintah membuat RUU yang tidak tau juntrungnya. Sebenarnya RUU itu benar tetapi pemerintah yang belum bisa mengaplikasikannya kepada rakyat . oleh karena itu kita sebagai pemuda-pemudi penerus bangsa harus bisa merubah keadaan negara yang sedang seperti ini. Merubah yang lebih kearah positif yang bisa membangun negara Indonesia kearah yang lebih baik. Tidak semua pemimpin mempunyai sifat baik karena pemimpin juga manusia biasa yang kadang berbuat kesalahan, olehkarenanya kita juga tidak bisa meneladani seorang pemimpin yang sering berbuat salah yang seenaknya sendiri. kita teladani sifat seorang pemimpin yang bernilai positifnya saja dan yang negatifnya kita buang jauh-jauh . Mungkin setiap orang mempunyai seseorang yang patut diteladani seperti orang islam yang meneladani sifat dan sikap nabi Muhammad.

  28. October 16, 2011 at 12:11 pm

    Andika (pro) 1005773
    saya ingin mengomentari pendapat dari saudara dede indra
    mungkin menurut saya tentang rakyat hanya memikirkan “isi perut” itu pun terjadi mungkin dari kinerja pemerintah yang lalai terhadap tugasnya untuk melayani rakyatnya. menurut saya orang-orang yang duduk di jajaran pemerintah yang sudah sangat senang dan terlena akan pekerjaannya yang dalam realitanya terdapat banyak sekali melakukan tindakan korupsi yang membuat mereka lupa terhadap tugasnya sebagai wakil rakyat yang seharusnya memikirkan rakyatnya, sehingga rakyat menjadi terlantar dan sulit untuk meningkatkan taraf hidupnya sehingga rakyat kelas menengah ke bawah di indonesia kebanyakan hanya memikirkan isi perutnya saja tanpa memikirkan politik dan kinerja para wakil rakyat kita yang sebenarnya sering merugikan rakyat itu sendiri.
    maka dari kita sebagai pemuda dan termasuk golongan terpelajar tidak ada salahnya untuk terus berjuang dan berbuat banyak dan juga tidak ada salahnya kita untuk mengkritisi kinerja pemerintah itu sendiri supaya rakyat kita tidak hanya memikirkan isi perutnya saja dan juga dengan terus berbuat bagi negara ini juga setidaknya mampu untuk menyadarkan pemerintah yang kurang baik dan membawa keadaan negara ini ke arah yang lebih baik.

  29. October 16, 2011 at 1:07 pm

    MAMAN SUHERMAN
    1000900
    KONTRA

    ketika kita berbicara untuk merubah nasib bangsa ini melalui peranan pemuda, maka hal utama yang harus dilakukan adalah bagaimana merubah diri pemuda sendiri, karena pemuda di zaman sekarang sangatlah berbeda dengan pemuda-pemuda terdahulu sebagai pelopor perubahan. Tetapi pada zaman sekarang ini, kita sangat mengkhawatirkan generasi penerus bangsa kita ini. Kenapa ? karena pada zaman modern seperti sekarang ini, banyak generasi muda yang melaju di jalur yang salah. Mereka menenggelamkan diri mereka sendiri ke dalam dunia kehancuran. Mental mereka hancur, mereka hanya memikirkan kesenangan saja tanpa memikirkan perasaan orang tua dan bangsa mereka. Seseungguhnya hal seperti ini janganlah sampai terjadi, karena merugikan diri sendiri dan orang lain.
    Membangun kepemimpinan dan kepelopran tidak cukup dengan kata-kata harus ditunjang dengan pembangunan semangat dan kemampuan. Pendidikan serta organisasi kepemudaan adalah wahana yang paling tepat untuk membangun kemampuan secara akademik serta merangsang inisiatif dan membangkitkan motivasi. Keteladanan merupakan pendekatan yang penting dalam membangun semangat serta dukungan oleh masyarakat, atau tantangan dari masyarakat, juga merangsang bangkitnya semangat.
    Selanjutnya point penting dari langkah ini adalah me’nasionalisme’kan atau meng’idonesia’kan 4 point penting yaitu: organisasi, ideologi, media massa, dan dialog. Empat point tersebut harus kembali diarahkan kepada dasar negara kita yakni sesuai dengan nilai-nilai pancasila. BUKANKAH CITA-CITA SUDAH ADA, SDM SUDAH TERSEDIA, YANG DICARI ADALAH ORANG YANG RELA BERKORBAN UNTUK MEMBERSIHKAN PIKIRANNYA UNTUK MEMBANGUN BANGSA INI DENGAN BERSIH. dan itu adalah tugas dari Pemerintah sebagai penyelenggara Negara untuk menyediakan sarana dan prasarana dalam membentuk kepribadian bangsa yang rela berkorban melalui kebijakan-kebijakannya di bidang pendidikan, politik, sosial-budaya, ekonomi dan lain sebagainya.

    mengutip kata-kata dari Aa Gym, jika ingin melakukan sebuah perubahan maka lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulai saat ini.

    http://www.anakui.com/2010/12/03/pemuda-ubahlah-diri-anda-sendiri-untuk-mengubah-bangsa-ini/

  30. October 16, 2011 at 2:35 pm

    sasan (kontra) 1005831
    saya akan mengomentari pendapat sodara andika.
    kalau emang pemerintahan di negara kita sudah bokbrok mau di gimanain lagi? ngapain kita harus pusing-pusing mikirin bangsa yang udah bikin kita sengsara dan tersiksa? lagian apa yang sudah bangsa ini berikan pada kita? GA ADA!! kita hanya di jadikan alat pemerkaya mereka yang duduk di jejeran pemerintahan. apakah kita harus melakukan hal-hal yang tidak perlu kita lakukan, dengan so soan menjadi pemuda revolusioner yang ingin mengubah bangsa ini menjadi lebih baik sementara pemerintahnya sudah jelas memikirkan isi perutnya saja? udah lah ngapain buang buang waktu mikirin negara? terus kalo emang kita udah mikirin negara akan ada hasilnya? ENGGA!! engga bakalan ada hasilnya. hasilnya bakalan tetep aja kaya gini.
    kita bicara yang real real aja jangan berandai-andai kita bisa ngubah negara yang udah jelas ANCUR!!!, apapun yang kita lakukan itu ga bakalan pernah bisa ngubah negara ini jadi lebih baik lagi, PERCUMA, HANYA BUANG-BUANG WAKTU!!! ga bakaln di denger. mereka bakalan ngelakuin apa aja agar mereka dapat tetap hidup enak walau pun ngorbanin negara. termasuk mempersulit kehidupan kita yang so soan ingin membela bangsa dan rakyat. dari pada ambil resiko mening udah biarin aja toh bangsa ini emang udah berantakan. pikirin diri sendiri aja jangan milirin bangsa yang udah jelas ngebuat hidup kira jadi serba susah, sengsara dan menderita.

  31. October 16, 2011 at 5:19 pm

    Nama : Hadar Suhendar
    NIM : 1000904
    Kelompok : PRO-SUMPAH PEMUDA

    Tentunya sebagai pemuda-pemudi Indonesia kita harus bisa melakukan sesuatu yang lebih, minimal bagi diri sendiri misalnya, paling tidak kita mengingat kapan hari Sumpah Pemuda. Dan untuk menghormati hari Sumpah Pemuda paling tidak bisa diwujudkan dengan kegiatan sehari-hari kita seperti yang tadinya pemarah menjadi pemaaf. Yang tadinya berangkat sekolah sering telat menjadi datang lebih awal. Hendaknya hal itu semua tidak di lakukan hanya pada hari tertentu saja, tapi di lakukan secara continue sebagai wujud semangat jiwa muda kita, seperti halnya semangat jiwa muda para pahlawan kita. Tanggal 28 Oktober 1928 para Pemuda mengumandangkan Mahatekat yang bernama Sumpah Pemuda. Dan hari ini, Garuda itu siap untuk terbang keangkasa raya membelah langit dan menunjukkan jati dirinya dan disinilah letak Pemuda. Pemuda adalah harapan bangsa dan pemuda adalah tonggak dari peran kemerdekaan.Ketika hak kita dipertaruhkan maka pertaruhkan terlebih dahulu kepentingan dan kewajiban bersama tak akan tercapai semua hak jikalau kita mendahulukan hak apalagi hak perorangan karena semua itu sudah diatur oleh UUD.

    Tidak ada jalan lain yang dijalani kecuali jalan Martabat, demi bangsa Indonesia tidak ada pilihan lain yang dipilih kecuali pilihan Kedaulatan, demi bangsa Indonesia tidak ada kata tidak sanggup berbuat dan berani Bertanggung jawab, demi Tanah Air Indonesia.
    Dengan permasalahan bangsa ini yang semakin rumit maka mari kita ubah mainset kita menjadi yang lebih baik dan awali perubahan itu dari diri kita sendiri jangan hanya bisa menyalahkan orang lain.

    Hari ini Indonesia bukan lagi “Merdeka atau mati !”
    Hari ini Indonesia adalah “Berubah atau punah !”

  32. October 16, 2011 at 9:14 pm

    nama: andika
    NIM: 1005773
    kelompok: pro
    untuk sodara san-san dari kelompok kontra menurut saya jika anda terperangkap dalam keadaan yang ancur dan berantakan apakah anda tidak ada keinginan untuk merubah atau memperbaiki keadaan itu untuk lebih baik?
    jika kita ingin keadaan negara kita menjadi kondusif tidak ada salahnya kita ikut memperjuangkan dan menyadarkan para wakil rakyat kita untuk melakukan hal yang lebih bijak. dan perlu di ingat juga bahwa negara yang maju itu juga tidak terlepas dari peranan rakyatnya yang baik dan maju pula.
    dan juga benar pendapat dari saudara hadar bahwa hari ini Indonesia adalah berubah atau punah. jika kita berkeinginan untuk mendapatkan hak kita dari negara ini terlebih dahulu kita harus berbuat dengan melakukan perubahan yang membawa negara dan rakyat di negara ini ke arah yang lebih maju. namun jika kita tidak melakukan apa-apa atau buat apa kita berbuat banyak untuk negara ini mungkin negara ini pun mungkin akan punah dalam kehancurannya.
    dan perlu anda ingat juga akan pepatah yang menyatakan bahwa hidup itu adalah masalah yang harus dipecahkan. jadi walaupun kita sudah dalam keadaan yang maju pun kita harus mampu untuk berbuat untuk menyelesaikan masalah.
    teruslah berbuat demi kelangsungan hidup untuk lebih maju di negara ini.

  33. October 17, 2011 at 12:54 am

    Nama: Intan Wulandari
    NIM: 1006434
    Kel: Kontra

    Saya dari kelompok kontra, akan menanggapi komentar saudara Andika dari kelompok pro. Berbicara mengenai statement JFK, “jangan tanyakan apa yang telah bangsa ini berikan pada mu tetapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan pada bangsa ini” memang akan menimbulkan pertanyaan besar di benak kita sebagai bangsa yang diposisikan dalam suatu negara. Memang benar apa yang dikatakan saudara Andika mengenai “jika kita ingin keadaan negara kita menjadi kondusif tidak ada salahnya kita ikut memperjuangkan dan menyadarkan para wakil rakyat kita untuk melakukan hal yang lebih bijak”, namun dalam hal ini kita harus memahami terlebih dahulu kondisi negara seperti apa yang harus kita perjuangkan?

    Jika negara kita sedang menghadapi kondisi yang tidak kondusif seperti yang dikatakan saudara Andika, maka benar tidak ada salahnya sebagai warga negara kita berkewajiban untuk memperjuangkan dan menyadarkan para wakil rakyat, namun jika berbicara tentang hak sebagai warga negara, kita harus menuntut kepada negara mengenai apa yang seharusnya menjadi hak kita. Terlepas dari kewajiban dan hak kita sebagai warga negara, kita juga harus tau apa yang menjadi kewajiban negara kepada kesejahteraan rakyatnya, yaitu “bertanggungjawab mencapai janji kesejahteraan kepada rakyatnya, terutama memainkan peran distribusi sosial (kebijakan sosial) dan investasi ekonomi (kebijakan ekonomi). Fungsi dasar negara adalah mengatur untuk menciptakan law and order dan mengurus untuk mencapai welfare/kesejahteraan (kutipan dari: http://masadmasrur.blog.co.uk/2008/11/27/kewajiban-negara-terhadap-kesejahteraan-rakyat-5119802/). Kondisi negara dan sejahteranya suatu negara diukur dari pendapatan perkapita (sumber: http://comprehendanddonowon.blogspot.com/p/mengukur-tingkat-kesejahteraan-suatu.html dan http://ndorokakung.posterous.com/kesejahteraan-suatu-negara-tecermin-dari-hant).

    Jadi, apakah negara kita sudah melaksanakan kewajibannya? Apakah bangsa di negeri kita sudah sejahtera? Kita dapat melihat kondisi itu sekarang dan dapat mengukurnya sendiri.

  34. October 17, 2011 at 2:51 am

    Yogi Iskandar
    (1000902)
    Dari Kelompok Kontra.

    Saya ingin mengulas komentar dari pihak kelompok Pro. Yang menyatakan bahwa pemuda/mahasiswa sebagai pembawa perubahan kearah yang lebih baik.

    Saya akui emang kewajiban kita sebagai pemuda/mahasiswa yaitu sebagai pembawa perubahan kearah positif bagi negara kita. Tetapi saya rasa tugas dan kewajiban kita itu tidak sepenuhnya ada di tangan pemuda/mahasiswa, mahasiswa hanya sekedar sebagai penyalur inspirasi/aspirasi masyarakat yang merasa di kecewakan oleh pihak pemerintahan. Kalau pun misalkan mahasiswa/pemuda sepenuhnya sebagai pembawa perubahan maka, gunanya BUAT APA?? pemerintahan membentuk struktur organisasi pemerintahan seperti DPR, dan KPK yang lalai dalam mengurusi TIKUS-TIKUS BERDASI, kalau tidak becus mengurusi negara nya sendiri, katanya sudah merdeka. Seperti DPR (DEWAN PERWAKILAN RAKYAK) sudah jelas bahwa DPR itu tugasnya sebagai WAKIL RAKYAT, dipilihnya juga oleh rakyat. Tetapi kenapa mereka yang sudah dipilih oleh rakyat tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan jujur?? pemerintahan ingin melakukan suatu perubahan saja harus pemuda/mahasiswa yang mendahului.

    Terus kalau misalkan kita merasa sebagai pemuda atau mahasiswa yang ingin memembawa perubahan atau meluruskan para pejabat pemerintahan yang melakukan penyelewengan terhadap aturan yang berlaku, kita sebelum melakukan perubahan itu maka, apakah kita sudah sadar atau sudah mengkoreksi diri kita sendiri?? contohnya hal kejujuran misal, dalam mengerjakan tugas atau ujian kuliah apakah kita sudah jujur??? kenyataannya masih ada bahkan mungkin masih banyak mahasiswa yang melakukan plagiat. Kalau begitu apakah kita mungkin juga akan bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi bagi masa depan struktur pemerintahan yang kacau ini atau menjadi jiwa penerus pemerintahan yang baik dan jujur yang tidak melakukan KORUP kalau didasari dan dibiasakan dengan kelakuan kita yang tidak baik pula,, kan percuma tidak akan membawa perubahan.

  35. October 17, 2011 at 2:57 am

    Jajang Nurjaman
    0901400
    Kelompok Kontra

    Menanggapi pendapat dari sodara Andika. Jika menurut pendapat pribadi berbicara mengenai sumpah pemuda itu dimaknai secara garis besar berarti bahwa kita tidak harus berjuang mulia dari nol kembali tetapi kita seharusnya meneruskan apa yang sudah menjadi tanggung jawab yang sudah diberikan para pejuang kita dimasa lampau. Karena jika melihat kurun waktu dan problematika permasalahan bangsa ini dimasa lalu dengan masa kini sangat jauh berbeda. Dan dimungkinkan bahwa perjuangan itu bisa diteruskan tetapi dalam aplikasi yang berbeda misalnya pada masa lalu para pemuda berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia kita tercinta ini. Namun dalam masa kini kita bisa meneruskan perjuangan bangsa kita contoh mudahnya adalah dengan belajar baik berjuang menghindari kebodohan untuk bisa meneruskan cita-cita dari para pejuang kita.
    Jika melihat antara hak dan kewajiban pasti secara tidak sadar kita lebih menuntut hak dari pada kewajiban pada bangsa ini (anda bisa melihat pada diri anda sendiri apakah anda lebih banyak menuntut hak atau kewajiban bagi bangsa ini? Perlu direnungkan). Dari pada kita berdebat mengenai hak dan kewajiban pasti tidak akan ada habisnya. Jika mengambil kesimpulan dari memaknai arti dari sumpah pemuda ini adalah semua warga negara Indonesia tidak diwajibkan untuk melakukan suatu pembaharuan atau menciptakan suatu pembaharuan dalam berbagai bidang baik itu politik, ekonomi, budaya, sosial, dan lain sebagainya. Tetapi jika warga negara itu memiliki kemampuan untuk merubah atau menciptakan suatu pembaharuan tersebut, sedangkan jika warga negara tersebut tidak/belum memiliki kemampuan untuk merubah atau menciptakan pembaharuan tersebut tidak diwajibkan.

  36. October 17, 2011 at 3:38 am

    Nama : Budi mulyana(kmpk pro)
    NIm : 1006560
    Pemerintah bukanlah lalai dalam memenuhi hak warga Negara tetapi kebanyakan warga negaranya masih dilanda sifat individualistik. masih dilandasi dengan pemikiran mensejahterakan bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Ketika mencapai pemikiran demikian, hal yang paling ditakutkan adalah munculnya pikiran korup atau rusak. Pikiran korup itu menyangkut ketidakpedulian terhadap nasib masyarakat luas atau kurangnya kesadaran kewajiban sosial seseorang terhadap masyarakatnya.
    Untuk membuat sebuah RUU bukanlah hal yang gampang karena perlu banyak waktu dan biaya jadi pemerintah dan DPR harus memikirkannya matang-matang sebelum negambil keputusan. Benar menurut saudara nana cholisna jadi kita tunggu saja apakah mereka bisa menjalankan amanah itu dengan baik atau tidak.

    http://politik.kompasiana.com/2011/03/27/hak-dan-kewajiban-warga-negara-dalam-membangun-masyarakat-sosialis-indonesia

  37. October 17, 2011 at 6:35 am

    Arief Sepya Maulana
    1001279
    (kontra)

    Menanggapi pendapat-pendapat dari kelompok (pro), saya ingin menjelaskan bahwa peran pemuda di masa sekarang amat berbeda dengan peran pemuda di masa lalu sebagai tokoh penggerak bangsa menuju kemerdekaan. Pada masa sekarang kita hendaknya sebagai para pemuda lebih mengedepankan intelektualitas kita. Jika di masa perjuangan para pemuda adalah tokoh yang terjun langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan, maka kita sebagai generasi penerusnya bertugas memelihara dan memetik hasil dari perjuangan para pemuda di era kemerdekaan. Memetik hasil perjuangan tidak pula berarti bahwa kita di masa sekarang hanya tinggal menikmati tanpa harus bersusah-susah berjuang, tetapi lebih kepada bagaimana kita memanfaatkan dan mengolahnya untuk kemajuan hidup kita dan kemajuan bangsa Indonesia saat ini.
    Kita memiliki wakil rakyat di DPR, merekalah yang bertugas menyalurkan aspirasi kita sebagai rakyat, kita mempunyai hak untuk menuntut suatu perubahan terhadap bangsa ini.

  38. October 17, 2011 at 7:45 am

    Erlangga agung putra (pro)
    1002035
    Mengomentari pendapat Jajang Nurjaman. Kembali pada permasalahan semula, yakni apakah kita masih harus tetap berjuang untuk negeri ini ataukah hanya menambang penghasilan agar lebih baik, tetapi setelah saya mengamati statment saudara, saya pikir terdapat beberapa komentar anda yang justru lebih mengarah akan suatu perubahan untuk menjadi lebih baik, itu artinya PERJUANGAN MEMANG HARUS TETAP DILANJUTKAN.
    Perihal mengapa perjuangan harus dilanjutkan , banyak alasan yang dapat dikemukakan, bagaimana kita akan mengisi kemerdekaan, jika dalam hakikatnya pun kemerdekaan belum bisa kita rasakan secara merata , pertama, pendidikan sangatlah mahal saat ini. Untuk tingkat pendidikan yang paling dasar saja seperti taman kanak-kanak, diperlukan biaya tinggi apalagi untuk kuliah dan seterusnya. Dan harganya tiap tahun makin naik terus, Sementara gaji atau pendapatan masyarakat mungkin tidak terlalu banyak berubah dari tahun ke tahun, kalaupun ada perubahan apakah bisa mengejar nilai inflasi.
    Kedua, masalah kesehatan juga belum merata. Banyak warga kurang mampu yang belum mendapatkan akses kesehatan yang baik, seperti jamkesmas yang belum merata, sehingga saat mereka sakit, mereka tidak bisa mendapatkan perawatan yang cukup baik. Bahkan mereka harus menghadapi maut di tengah ketidakberdayaan mereka tersebut. Sampai ada yang mengatakan “orang miskin dilarang sakit”. Sungguh ironi sekali mendengar kata-kata tersebut. Sedih rasanya di tengah kemajuan teknologi, masih banyak yang belum bisa menikmati pelayanan kesehatan yang baik. Mungkin yang menjadi penyebab mahalnya biaya kesehatan adalah karena belum adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan farmasi dan dokter untuk menyelenggarakan biaya pengobatan yang murah. Selain itu proses aturan untuk pengajuan biaya kesehatan warga kurang mampu seperti surat keterangan dari rt,rw dan macam-macam lainnya. Sehingga untuk mengurusnya saja belum tentu mudah.
    Terakhir masalah kemiskinan, berdasarkan data BPS diperoleh kalau data kemiskinan sampai dengan Maret 2011 ini bahwa kemiskinan telah turun menjadi 30,02 juta penduduk (12,49 persen). Suatu hal yang menurut saya cukup mengejutkan. Apakah benar seperti itu ? karena kenyataannya masih banyak warga yang belum mampu. Sehingga angka tersebut cukup sulit untuk dipercayai. Penyebab Kemiskinan salah satunya disebabkan oleh faktor kurangnya lapangan kerja yang memadai. Belum adanya sektor padat karya yang bisa menjadi penopang untuk membangun perekonomian. Padahal indonesia dulu pernah menjadi negara pengekspor beras, tapi sekarang kebalikannya menjadi negara importir beras. Selain itu banyak kekayaan alam indonesia yang belum bisa dinikmati oleh bangsa sendiri.
    Itu masih dalam aspek sosial, tapi ternyata di sektor ekonomi lebih memprihatinkan, bagaimana bisa AIR yang menjadi hajat hidup orang banyak dan terdapat dalam pasal 33 ayat 3, kini 74% sahamnya dikuasai Prancis melalui Danone nya. Selanjutnya di perminyakan, terdapat cadangan minyak yang luar biasa di Blok Cepu, bahkan nilai kapital Blok Cepu diperkirakan sebesar 80-100 Milyar dolar AS, tetapi dengan entengnya malah diserahkan ke Exxonmobil, ini menjadi suatu hal yang janggal, karena pada kenyataannya Pertamina sendiri telah menyanggupi pengelolaannya, sungguh ironis. Disadari atau tidak, negara kita telah mengalami penjajahan gaya baru, Penjajahan itu masuk melalui perusahaan asing yang justru masuk melalui pemerintahan kita sendiri, memang mereka menjajah kita tanpa senjata atau angkatan perang, tetapi mereka lebih dapat mendalami arti penjajahan itu sendiri, yang pada akhirnya dengan tujuan yang sama adalah bertambahnya keuntungan dari negara yang terjajah, jadi pada intinya, kita memang masih harus berjuang agar tercipta Indonesia yang gemah ripah loh jinawi (Subur, makmur dan sentosa).

    http://www.kumpulberita.com/2011/08/apakah-indonesia-sudah-benar-benar.html

  39. October 17, 2011 at 8:12 am

    Menanggapi statement dari saudara Arief Sepya Maulana (Kel.Kontra), saya ingin sedikit memberikan statement saya, kalau pemuda tidak seharusnya hanya mengandalkan tugas dari pihak wakil rakyat saja yang hanya sebagai penyalur aspirasi rakyat. Akan tetapi, kita juga sebagai pemuda mempunyai peran secara langsung dalam menjaga, memelihara, dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita ini yaitu bangsa Indonesia. Maksud dari “pemuda mempunyai peran secara langsung”, bukan berarti kita seperti pemuda pada zaman dahulu yang memegang bambu runcing, menyusun taktik dalam berperang melawan penjajah. Memang peranannya tidak terlihat secara signifikan dalam beberapa momentum nasional. Tapi, pemuda mempunyai cara tersendiri dalam mereflesikan jati dirinya untuk bangsa ini. Seperti halnya kita sekarang, pemuda dimasa sekarang. Zaman yang sudah terpengaruh oleh globalisasi. Banyak peranan pemuda, baik dari aspek moral, etika dan akademik. ( http://kontak.ugm.ac.id/public.php?filein=news&artikel=C4649582025F06D2&searchstring= ).

  40. October 17, 2011 at 8:23 am

    Hena Gian Hermana
    1001926
    Kelompok PRO

    Menanggapi statement dari saudara Arief Sepya Maulana (Kel.Kontra), saya ingin sedikit memberikan statement saya, kalau pemuda tidak seharusnya hanya mengandalkan tugas dari pihak wakil rakyat saja yang hanya sebagai penyalur aspirasi rakyat. Akan tetapi, kita juga sebagai pemuda mempunyai peran secara langsung dalam menjaga, memelihara, dan mempertahankan kemerdekaan bangsa kita ini yaitu bangsa Indonesia. Maksud dari “pemuda mempunyai peran secara langsung”, bukan berarti kita seperti pemuda pada zaman dahulu yang memegang bambu runcing, menyusun taktik dalam berperang melawan penjajah. Memang peranannya tidak terlihat secara signifikan dalam beberapa momentum nasional. Tapi, pemuda mempunyai cara tersendiri dalam mereflesikan jati dirinya untuk bangsa ini. Seperti halnya kita sekarang, pemuda dimasa sekarang. Zaman yang sudah terpengaruh oleh globalisasi. Banyak peranan pemuda, baik dari aspek moral, etika dan akademik. ( http://kontak.ugm.ac.id/public.php?filein=news&artikel=C4649582025F06D2&searchstring= ).

  41. October 17, 2011 at 10:26 am

    Alin Novandini
    1000326
    (kel. pro)

    memberi tanggapan pada kelompok kontra, saya berpendapat bahwa peran pemuda pada masa sekarang masih perlu berjuang, tetapi jika dahulu peran pemuda adalah berjuang untuk kemerdekaan bangsa dari penjajahan fisik bangsa barat, peran pemuda sekarang adalah membuat perubahan ke arah yang lebih baik dan membebaskan bangsa dari penjajahan intelektual seperti kemiskinan, korupsi dan lain-lain.
    Saat ini, kita generasi muda yang menikmati hasil perjuangan para pahlawan kita, harusnya dapat meneruskan perjuangan mereka memperoleh kemerdekaan, menjunjung tinggi sumpah pemuda sebagai landasan bernegara adalah salah satu langkah kecil untuk menuju masa depan. Kemerdeaan itu bukan hanya berarti bebas dari penjajahan, kemerdekaan itu jua bebas dari kemalasan, seteru, perkelahian serta KKN. Kemerdekaan yang sejati berasal dari persatuan. Dengan adanya persatuan kita dapat dengan berani berkata: MERDEKA !!
    (BERANIKAH KITA BERKATA MERDEKA « ☆..zefaniamaleeva..☆.htm)

  42. October 17, 2011 at 10:41 am

    Arief Sepya Maulana
    1001279
    (kontra)

    kembali saya tegaskan, bahwasanya memetik hasil perjuangan pemuda terdahulu serta mengolah dan memeliharanya untuk kemajuan taraf hidup rakyat dan kemajuan bangsa juga merupakan sebuah perjuangan dan peran pemuda di masa sekarang.
    alangkah lebih bijak jika kita memaknai momentum sumpah pemuda itu untuk sebuah kemajuan bangsa di masa sekarang.
    mengenai hak, jelas itu perlu untuk kita tuntut. selain merupakan sebuah hak, hal itu yang dijanjikan para wakil rakyat untuk mensejahterakan rakyat demi kemajuan bangsa, jika kita diam saja dan tidak menuntut apapun sama halnya kita menerima begitu saja kondisi bangsa yang tidak karuan sekarang ini, karena jika ingin perubahan maka kita perlu bertindak

  43. October 17, 2011 at 10:51 am

    Alin Novandini
    1000326
    (kel pro)

    tanpa kita sadari, sekarang ini bangsa Indonesia masih dapat dikatakan terjajah oleh bangsa barat baik dari segi ekonomi maupun kebijakan, belum lagi bentuk penjajahan yang diwariskan dari masa lalu seperti mental malas dan tidak disiplin. hal inilah yang menjadi acuan bahwa kita sebagai generasi muda masih sangat perlu berjuang demi kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya.
    kita belum saatnya menikmati hasil perjuangan jika kondisi bangsa kita masih seperti ini, terjajah secara tidak langsung. maka dari itu kita sebagai generasi muda di masa sekarang harus benar-benar bisa memaknai perjuangan generasi sebelum kita dalam memerdekakan bangsa ini sehingga kita dapat benar-benar terlepas dari segala macam bentuk penjajahan dan berjuang dengan semangat seperti halnya generasi sebelum kita yang rela mengorbankan segalanya demi tercapainya sebuah kemerdekaan untuk bangsa Indonesia.

  44. October 17, 2011 at 11:05 am

    Arief Sepya Maulana
    1001279
    (kontra)

    perlu kita cermati, bahwa dalam kondisi bangsa yang sudah merdeka artinya bangsa tersebut telah memiliki kedaulatan yang diakui, selain itu, bangsa Indonesia pada masa sekarang juga memiliki pemerintahan yang dapat menentukan nasib bangsa sendiri tanpa tekanan bangsa lain. dalam kondisi seperti ini kita genereasi muda perlu lebih teliti dalam hal memperjuangkan bangsa dengan cara yang tentunya disesuaikan dengan kondisi di masa sekarang.
    generasi muda pada masa sekarang hanya perlu meneruskan perjuangan dengan memanfaatkan sumber daya yang telah kita miliki. dengan kata lain, sudah cukuplah kita memperjuangkan kemerdekaan (berbeda dengan pada masa kemerdekaan yang berpandangan kemerdekaan bangsa adalah tujuan utama), kita hanya perlu memanfaatkan sumber daya yang telah kita miliki sebagai warisan generasi terdahulu untuk kesejahteraan rakyat di masa sekarang.
    kita sebagai generasi muda masa sekarang perlu mengubah pandangan bahwa kemerdekaan bangsa sudah kita raih dan saatnya kita sebagai generasi muda bertugas memanfaatkannya untuk masa depan bangsa yang lebih baik.

  45. October 17, 2011 at 11:17 am

    Alin Novandini
    1000326
    (kel pro)

    seringkali kita melihat lemahnya kontribusi peran pemuda di masa sekarang, organisasi kepemudaan enggan untuk bergerak bersama padahal memiliki visi yang sama. program dan kegiatan yang dipelopori pemuda masa sekarang kebanyakan didasarkan pada hal persaingan bukan perjuangan bersama.
    melihat kondisi generasi muda sekarang seperti ini, sudah jelas generasi muda sekarang harus menoleh ke belakang khususnya pada peristiwa sumpah pemuda yang begitu semangat menggelorakan kesamaan visi dalam perjuangan.
    yang saya maksud, kita sebagai generasi muda masa sekarang masih sangat perlu memperjuangkan kemajuan bangsa ini sebelum kita dapat benar-benar memetik hasil dan pemanfaatan lebih lanjut dari perjuangan generasi muda di masa lalu (kemerdekaan).
    kita semua berharap, peran pemuda di masa sekarang dalam memperjuangkan bangsa akan membawa perubahan yang jauh lebih baik seperti perjuangan generassi muda di masa lalu, demi bangsa Indonesia.

  46. October 17, 2011 at 11:52 am

    NAMA : ULIN NI’MAH
    NIM : 0901469
    KELOMPOK KONTRA

    menaggapi komentar dari alin, sebelumnya saya kurang mengerti maksud pernyataan anda “program dari kegiatan yang dipelopori pemuda masa kini didasarkan pada hal persaingan bukan perjuangan bersama” maksudnya persaingan dalam hal apa?
    contohnya seperti apa?
    menurut saya program dan kegiatan yang dipelopori pemuda masa kini memang berbeda dengan dulu karena tuntutan zaman yang berbeda. dulu ita berjuang bersama karena satu tujuan yaitu mengusir penjajahan, namun sekarang tiap program dan kegiatan harus invoatif mengingat negara ini sudah merdeka. tuntuan yang dihadapi masyarakat di negara dijajah dengan negara yang sudah merdeka itu berbeda.

  47. October 17, 2011 at 12:40 pm

    NAMA : SISKA NURMALASARI
    NIM : 1002008
    PRO
    mengomentari pernyataan dari saudari Ulin,
    menrut saya, program yang inovativ jangan dulu jadi acuan, yang menjadi acuan sekarang adalah memajukan negera ini bersamasama,khususnya bagi para pemuda, karena apabila terlalu inovativ, beginilah hasil bangsa indonesia skarang, di mana yang menjadi pembahasan oleh para pejabat, tidak jauh dari korupsi… sehingga setiap program memajuan negara, yang pertama d lihat, pasti keuntungan priadi dari biaya pelaksanaan program itu sendiri….

  48. sarah windika
    October 17, 2011 at 12:45 pm

    SARAH WINDIKA 1001450 / KELOMPOK KONTRA

    Menanggapi apa yang dikatakan oleh kelompok pro, bahwa kita sebagai warga negara Indonesia telah menuruti dan melaksanakan kewajiban yang sudah negara terapkan kepada rakyatnya, namun balasan negara kepada rakyatnya belum sepenuh hati. rakyat melakukan apa saja untuk membela negara, namun negara menanggapi santai dan tidak cekatan dalam membalas apa yang rakyat lakukan untuk negara Indonesia ini. adapun contoh seperti rakyat untuk menuruti apa keinginan negara agar membayar pajak tepat waktu dan tidak terlambat, akantetapi pajak yang telah dibayar oleh rakyat tidak dipergunakan dengan baik dan bermanfaat oleh negara, harusnya penghasilan pajak dari rakyat digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak ataupun kepentingan yang lebih baik daripada digunakan untuk kepentingan pribadi yang ada dibalik layar. kemudian dengan minimnya biaya pendidikan di negara kita, sebaiknya negara memfasilitasi kebutuhan pendidikan yang ada di negara Indonesia ini, namun tidak begitu terlalu diterapkan oleh pekerja negara yang ada dibelakang layar, berbagai alasan mereka memperhambat dan memperlambat untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya yang berada di Indonesia ini. dengan adanya demo yang marak dimana-mana, itu membuktikan bahwa rakyat kecewa dengan sikap dan tanggung jawab negara kepadanya, kelalaian negara terhadap rakyat yang membuat rakyat memberontak untuk menyadari negara agar memperhatikan rakyat Indonesia yang berada dimana saja. saat ini kita sebagai rakyat Indonesia menunggu kebijakan negara kepada rakyatnya agar memperhatikan dengan baik bukan hanya ingin dituruti saja apa keinginan negara dari rakyat, dan seharusnya sebaliknya.

  49. October 17, 2011 at 1:16 pm

    sansan ( kontra ) 1005831
    saya ingin mengomentari pendapat dari sodara andika yudhistira
    sangat begitu mudah anda mengatakan bahwa kita sebagai pemuda harus turut memikirkan dan memperjuangkan bangsa yang sudah jelas di ambang kehancuran ini, sedangkan orang-orang yang jelas punya kuasa untuk memajukan negara ini seolah olah menutup mata tidak peduli sama sekali dengan keadaan negara ini. sekarang saya mau bertanya terhadap anda, jika memang kita sebagai pemuda indonesia yang salah satunya anda harus peduli dengan bangsa ini, langkah apa yang harus kita lakukan untuk benar-benar bisa mengubah keadaan bangsa? dan apa yang sudah anda lakukan demi kemajuan bangsa ini? ia memang mungkin pepatah anda benar bahwa hidup adalah masalah yang harus dipecahkan, tapi apakah bisa kita sebagai kaula muda memecahkannya? mengutip dari pendapat anda bahwa ” perlu di ingat juga bahwa negara yang maju itu juga tidak terlepas dari peranan rakyatnya yang baik dan maju pula. ” di sana dikatakan dengan jelas tentang peranan rakyat, sementara rakyat indonesia bukan hanya para pemuda saja, termasuk nenek-nenek dan ibu-ibu keluaran sd itu juga termasuk rakyat indonesia. apakah ada kemauan dari mereka untuk mengubah bangsa ini? realitanya mereka hanya memikirkan isi perut saja dan mereka cuma berfikir bagai mana besok bisa makan. itu saja. apakah sanggup anda menumbuhkan rasa bela negara terhadap mereka yang sudah muak dengan segala janji dan alibi? engga kan?
    saya tegaskan kembali bahwa apa yang kita lakukan demi negara ini tidak akan ada hasilnya, kita hanya akan dipersulit oleh mereka yang menganggap menghalangi langkah mereka. jadi buat apa kita melakukan hal yang percuma dengan ikut memikitkan negara tanpa ada hasilnya? percuma hanya buang buang waktu!!!!
    lagi pula bangsa ini ga bakalan bisa berubah sebelum bangsa ini benar-benar hancur!!!!

  50. October 17, 2011 at 1:48 pm

    NAMA : ULIN NI’MAH
    NIM : 0901469
    KONTRA

    mengomentari pernyataan dari saudari siska
    tapi inilah kenyataan tuntutan dalam kehidupan masa kini banyak orang yang menggembar gemborkan untuk inovatif, kreatif, menjadi yang terdepan.
    selain kehidupan bersama kita juga punya kehidupan pribadi yang harus dipenuhi, bagaimana kita mau berjuang bersama-sama kalau diri kita sendiri masih harus diperjuangkan?
    yang kita hadapi sekarang lain dengan zaman dulu, sekarang dunia sudah berkembang dengan pesat jika kita tidak ikut berkembang, maka kita akan tertinggal.

  51. October 17, 2011 at 2:27 pm

    Sumpah pemuda adalah bukti dari perjuangan para pemuda di masa lalu yang perjuangannya masih harus kita lanjutkan sampai saat ini. Sumpah pemuda pada saat ini tidak dijadikan panutan oleh para pemuda untuk memperjuangankan nasib bangsa kearah yang lebih baik lagi. Kebanyakan pemuda sekarang hanya menikmati apa yang telah diperjuangkan dan tidak memikirkan nasib bangsa kearah yang lebih baik. Seharusnya para pemuda masih harus terus berjuang untuk kehidupan bangsa. Perjuangan pemuda saat ini pastinya akan berbeda dengan perjuangan pemuda dimasa lalu, perjuangan pemuda dimasa lalu berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan kedaulatan bangsa, sedangkan pemuda dijaman sekarang adalah pemuda yang harus berjuang untuk kemajuan bangsa yang lebih baik lagi. Jika dilihat dari keadaan ekonomi bangsa Indonesia saat ini bangsa Indonesia masih masuk kedalam bangsa yang kurang sejahtera bahkan jauh dari sejartera, masih banyak masyarakat Indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan. Tentunya ini juga menjadi salah satu PR bagi para pemuda untuk bersama – sama berjuang untuk kesejahteraan bangsa yang lebih baik lagi. Kita sebagai pemuda seharusnya melihat perjuangan pemuda dijaman dahulu dan tidak seharusnya memiliki sikap hanya memanfaatkan apa yang telah ada dan telah bangsa terdahulu perjuangkan, melainkan para pemuda seharusnya memiliki sikap pekerja keras untuk kemajuan bersama. Setiap pemuda seharusnya memang memiliki rasa nasionalisme yang kuat sehingga para pemuda tidak hanya memikirnya dirinya sendiri melainkan memiliki rasa peduli terhadap cita – cita bangsa Indonesia yang menurut saya masih belum terpenuhi.

  52. October 17, 2011 at 2:43 pm

    Pipit Maysyaroh (1001893) / kontra
    Menanggapi kelompok pro, benar seperti apa yang dikatakan oleh rekan saya Sarah Windika, kita sebagai warga negara telah melakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai warga Negara itu sendiri. Contohnya saja, kita telah membayar pajak yang merupakan kewajiban yang harus depenuhi oleh setiap warga Negara. Tetapi coba pikirkan, apakah dengan kita menjadi warga Negara yang baik Negara kita akan menjadi lebih baik? Apakah dengan membayar pajak hak kita sebagai warga Negara akan dipenuhi oleh Negara itu sendiri?
    Seharusnya, apabila, misalkan, dengan membayar pajak Negara kita ini menjadi lebih baik dan kita sebagai warga Negara mendapatkan hak yang seharusnya kita dapatkan, maka sekolah-sekolah yang berada di setiap pelosok negeri ini tidak akan ada yang rusak ataupun kekurangan fasilitas, misalnya. Seperti yang tercantum dalam http://smtvku.tv/v2010b/index.php?page=stream&id=3337 , “TARGET PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENUNTASKAN REHAB SEKOLAH RUSAK DI NUSANTARA INI DENGAN ANGGARAN TAHUN 2012 MENDATANG, TERNYATA TIDAK DIBARENGI DENGAN AKSI NYATA DARI PEMERINTAH DAERAH. WALIKOTA SEMARANG MEMINTA AGAR PEMERINTAH PUSAT MENGERTI KONDISI DAERAH, SEHINGGA BISA MENGALOKASIKAN BANTUAN REHAB BAGI DAERAH.”, “TERKAIT DENGAN PENDIDIKAN, SELAMA INI PEMERINTAH PUSAT HANYA MEMBERIKAN BANTUAN BERUPA BUKU-BUKU PELAJARAN, PADAHAL PERBAIKAN FISIK YANG PERLU MENDAPATKAN SENTUHAN.”
    Dan apabila dengan kita sebagai warga Negara yang baik maka Negara kita akan menjadi Negara yang lebih baik, maka pelayanan kesehatan yang diberikan pada kita sebagai warga Negara tidak akan mengecewakan. Seperti yang tercantum pada http://kerabatkotakk.blogspot.com/2010/11/pelayanan-kesehatan-bagi-masyarakat.html , “Dalam praktiknya, pelayaan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu masih menyisakan beberapa problem yang harus dibenahi. Fakta menunjukan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sangat terasa perbedaannya dengan pelayanan bagi masyarakat yang berkecukupan dalam bidang ekonominya.”
    Jadi untuk apa kita memberikan lebih bagi Negara kita kalau Negara juga tidak mencoba untuk memberikan yang terbaik dari yang terbaik bagi kita?

  53. October 17, 2011 at 3:24 pm

    Kontra
    mengomentari pendapat saudari Dahlia, saya kurang sependapat dengan opini anda. Pemuda saat ini bukan harus berjuang lagi untuk kesejahteraan bangsa, melainkan hanya cukup mengembangkan apa yang telah ada dan didapat dari perjuangan masa lalu. Karena masalah-masalah pengentasan kemiskinan, kesejahteraan rakyat, dan problematika lainnya itu merupakan tugas pemerintah, kita sebagai orang yang tidak memiliki kewenangan hanya bisa memberikan saran kepada pemerintah untuk berbuat lebih baik lagi. Rasa nasionalisme tidak hanya ditunjukkan dengan cara peduli terhadap cita-cita bangsa saja, karena itu sebuah idealisme lama yang harusnya dirubah, bangga dengan negaranya sendiri itu cukup mengakui dirinya sebagai orang Indonesia ketika ditanya orang mana kita, itu akan jauh lebih bermakna ketimbang harus berkoar-koar meneriakkan “kita harus berjuang untuk bangsa”, padahal dirinya sendiri belum tentu bangga terhadap negaranya sendiri.

  54. October 17, 2011 at 3:24 pm

    (kontra)
    saya setuju dengan pernyataannya saudari Ulin terhadap pernyataan saudari Siska, mengenai inovatif dan kreatif. Karena terlalu inovatif dan kreatif menghasilkan dampak seperti sekarang ini, misalnya korupsi yang merupakan hal yang tidak asing sebagaimana dalam pernyataan saudari siska. Hal ini karena tidak seimbang antara harapan dan kenyataan, kebutuhan individu yang belum merasa puas atas apa yang telah diperolehnya. Dan benar pernyataan dari saudari Ulin, individu juga masih memiliki keperluan dan kebutuhan masing-masing. Maka memenuhilah dulu individu sendiri. Belum tentu orang lain mau merasakan apa yang dirasa dengan kita, buktinya masih ada sifat “cuek” terhadap sesama. Jadi hasil sumpah pemuda itu tidak berdampak begitu besar. Serta sebelum menuntut nasionalisme dan memajukan bersama-sama dalam pembangunan di negara ini. Sekarang ini, hanya pribadinya dulu yang dibenahi. Kini tinggal menikmati saja apa yang telah ada, tidak usah bersusah payah untuk berjuang.

  55. October 17, 2011 at 3:30 pm

    Taupik
    (1002992)
    Arti memanfaatkan disini juga merupakan suatu perjuangan anak muda pada zaman sekarang ini, dimana kita sebagai seorang pemuda tidak menyianyiakan kesempatan yang berharga berkat perjuangan para pemuda pada zaman dulu, semua itu harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tentu saja karena sekarang sudah tidak zamanya lagi memperjuangkan bangsa dengan cara peperangan dan perjuangan penuh pengorbanan darah seperti pemuda pada zaman dulu, akan tetapi pemuda pada era sekarang lebih mengisi kesempatan ini dengan mulai menumbuhkan cinta terhadap tanah air dan dapat menjadi individu-individu yang berguna bagi negara sesuai dengan kemampuan nya masing-masing, akan tetapi perjuangan pisik secara langsung pun jangan sampai hilang, para pemuda indonesia harus mencontoh kepada para pemuda dari Negara Thailand yang jika dia sudah siap dengan kriteria umur tertentu, maka Negara mewajibkan pemuda itu latihan wajib Militer, sebagai wahana pembentuk pribadi dan karakter anak muda yan cinta terhadap tanah air, dan jika keadaan negara sedang darurat perang maka para pemudanya siap untuk di terjunkan langsung ke medan perang, hal seperti ini harus di contoh oleh Para pemuda Indonesia. Untuk melanjutkan perjuangan Pemuda terdahulu yang telah gigih membela bangsa dan Negara.

  56. October 17, 2011 at 5:37 pm

    Eka Puspita Sari
    1000903
    Kel. Pro
    Jika dilihat dari pernyataan diatas mengatakan bahwa Apakah kita masih harus berjuang untuk bangsa ini ataukah sudah cukup sehingga yang harus kita lakukan adalah menambang penghasilan agar dapat hidup dengan lebih baik di negeri ini?. Menurut saya tentu saja kita harus terus berjuang demi kemajuan bangsa ini terutama kita sebagai generasi muda yang menjadi penerus dari pemuda-pemuda yang telah berjuang dimasa lalu. Sebagai generasi muda Sumpah Pemuda harus terus kita kibarkan, dalam menghadapi berbagai persoalan nasional maupun internasional. Negara dan bangsa yang sudah dirusak secara besar-besaran contohnya banyaknya tawuran yang dilakukan oleh kalangan-kalangan terpelajar dan itu harus kita bangun kembali lewat reformasi di segala bidang. Kita semua sedang menghadapi berbagai akibat globalisasi ekonomi dan globalisasi komunikasi. Kita warga negara, utamanya generasi muda, hendaknya tidak hanya sekedar hafal isi Sumpah Pemuda dan merayakan peristiwa tersebut secara rutin tiap tahun, namun marilah kita maknai Sumpah Pemuda untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Dengan semangatnya, kita patut berlomba menorehkan prestasi dalam berkarya dan meningkatkan kualitas kehidupan kita agar kita lebih maju dan terhormat di mata negara lain. Akan dibawa kemana bangsa ini? apabila kalangan terpelajarnya saja masih banyak yang melakukan tawuran antar sesama pelajar. Maka dari itu kita sebagai penerus bangsa marilah mulai dari diri kita untuk menanamkan kepedulian terhadap bangsa ini agar tidak adanya lagi tawuran demi tawuran di kalangan pelajar. Jika rasa kepedulian itu sudah teranam dalam karakter setiap anak bangsa tentu kedamaian di negeri ini akan tercipta.

    http://www.inilah.com/read/detail/1784137/sumpah-pemuda-di-mata-generasi-muda-saat-ini

  57. October 17, 2011 at 7:11 pm

    Nama: Gunawan
    NIM: 1005529

    Kontra

    Sebenarnya terlalu muluk-muluk jika pemuda sekarang dianggap dapat memikul beban melanjutkan perjuangan seperti pendapat Saudara Princess Dahlia. Keadaannya jelas berbeda. Pemuda hari ini hanyalah pemuda yang tahu segalanya instant, mereka tidak mau susah payah dalam proses. Semuanya hanya tahu hasilnya saja. Begitu juga dengan perjuangan, pemuda sekarang hanya tahu bahwa mereka hidup di zaman kemerdekaan, mereka tidak terlalu ambil pusing dengan bagaimana para pahlawan dapat merebut kemerdekaan dengan susah payah. Ambil contoh dengan para pemuda karang taruna yang hanya dapat “menghibur” saat ada perayaan tujuh belasan, bukan dijadikan momentum kebangkitan para pemuda yang merupakan tulang punggung negara.

    Selain itu pemuda saat ini merupakan salah satu masalah dalam negeri. Pada tahun 2008, salahsatu pertanyaan yang dapat membuat pusing para Calon Walikota Bandung adalah mengenai persoalan pemuda. Pemuda anarkis, geng motor, dan pergaulan bebas.

    Begitukah sosok pemuda yang diharapkan bangsa?

  58. Shintya Dwi Wahyuningtiyas
    October 17, 2011 at 10:46 pm

    Shintya Dwi Wahyuningtiyas (0901583-pro)

    Saya tidak setuju dengan pernyataan sodara nana cholisna menyenai masalah yang ada dinegeri ini adalah tugas pemerintah. kenapa hanya pemerintah yang ditekankan untuk menyelesaikan persoalan itu, bukankah pemerintah hanya sebagian kecil dari jumlah penduduk indonesia. menurut saya akan lebih efektif jika semua penduduk indonesia berjuang untuk menyelesaikannya. adakalanya aspirasi masyarakat tidak terdengar oleh pemerintah, oleh karena itu mengapa tidak kita saja yang maju ke depan dan berjuang memberantas persoalan-persoalan tersebut.

    Apabila masih ada yang ‘cuek’ itu berarti nilai positif belum berintegrasi dengan individu. Oleh karena itu, kita belajar sejarah untuk mempelajari kejadian yang bermakna. Secara tidak langsung sumpah pemuda tentu bermakna dalam peningkatan rasa nasionalisme setiap individu

  59. October 18, 2011 at 1:52 am

    TAUPIK (1002992) PRO

    Saudari Shintiya jika masyarakat Indonesia secara keseluruhan ikut aktif menyelesaikan masalah di Negeri ini, itu juga tidak efektif, pemerintah kan merupakan perwakilan dari masyarakat indonesia secara keseluruhan, jadi pemerintah yang lebih berhak menyelesaikan masalah ini dengan baik, karena mereka wakil dari Masyarakat Indonesia secara keseluruhan yang mempunyai kewenangan yang sudah di amanati oleh masyarakat indonesia, akan tetapi pemerintah pun harus melaksanakan tugas dengan baik seadil-adil dan sebenar-benarnya sesuai dengan keinginan masyarakat, karena mereka memanmg wakil masyarakat indonesia.

  60. October 18, 2011 at 1:56 am

    TAUPIK (1002992) KONTRA

    Saudari Shintiya jika masyarakat Indonesia secara keseluruhan ikut aktif menyelesaikan masalah di Negeri ini, itu juga tidak efektif, pemerintah kan merupakan perwakilan dari masyarakat indonesia secara keseluruhan, jadi pemerintah yang lebih berhak menyelesaikan masalah ini dengan baik, karena mereka wakil dari Masyarakat Indonesia secara keseluruhan yang mempunyai kewenangan yang sudah di amanati oleh masyarakat indonesia, akan tetapi pemerintah pun harus melaksanakan tugas dengan baik seadil-adil dan sebenar-benarnya sesuai dengan keinginan masyarakat, karena mereka memanmg wakil masyarakat indonesia.

  61. October 18, 2011 at 2:03 am

    OCTAVIANY MAULIDA (0901659 – KONTRA)

    Mungkin sebagian dari kita lupa bahwa tanggal 28 Oktober kita memperingati hari Sumpah Pemuda dan mungkin sebagian dari kita juga sudah lupa bagaimana bunyi Sumpah Pemuda itu. Sumpah Pemuda mempunyai makna yang sangat besar bagi bangsa ini. Sejarah yang sedikit terlupakan ini memiliki arti mendalam dari rentetan alur sejarah yang silih berganti di alami bangsa yang bermartabat ini. Dimana kaum muda mengguncang sejarah dengan mendeklarasikan Sumpah Pemuda.
    Makna Sumpah Pemuda sekarang, untuk mengembalikan semangat nasionalisme para pemuda saat ini untuk bersatu dalam satu kesatuan untuk membangun dan bangkit menghadapi era globalisasi yang rentan terhadap kaum pelajar yang terpengaruh pada budaya westernisasi. Indonesia memiliki latar belakang yang beranekaragam, mulai dari agama, suku bangsa hingga adat istiadat. Untuk mempersatukan itu, maka para pahlawan kita telah menyatukan keanekaragaman dalam satu persatuan, yaitu Indonesia.
    Oleh karena itu, sudah selayaknya kita sebagai bangsa Indonesia bersatu dan memperkuat ikatan satu sama lain agar Indonesia tetap kokoh dan bertahan di tengah krisis global yang mengancam negeri ini.

  62. October 18, 2011 at 2:40 am

    Angga deriansah (0901534, kelompok pro)

    menanggapi pernyataan dari saudari Novia Sandi Apriyani permasalahan yang anda paparkan diatas itu merupakan ladang perjuangan bagi kita pemuda-pemudi khususnya sehingga apa yang anda katakan tadi menjadi lebih baik. tolong sekarang kita persamakan peesepsi dulu bejuang itu tidak hanya dilakukan dengan perkelahian atau bahkan perang fisik. itu merupakan salah satu contoh dari berjuang. kemudian anda berbicara ‘ Sekarang ini, hanya pribadinya dulu yang dibenahi’ nah itu merupakan contoh kongkrit perjuangan zaman sekarang ini. butuh ada kesadaran dari individu terlebih dahulu. kalau saya boleh katakan berjuang melawan diri sendiri itu maksudnya.
    kemudian saya sependapat dengan saudari shintya bahwa permasalahan yang ada di negeri ini bukan merupakan tanggung jawab pemerintah saja melainkan semua elemen yang ada dalam satu kesatuan yang kita sebut dengan INDONESIA. jika semua hal ditanggungkan pada pemerintah saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi mungkin rakyat akan banyak yang pasrah akan keaadaan, ‘yaudah kan ada pemerintah ini,’ mungkin itu salah satu contohnya. seyogyanya semua elemen berkewajiban memecahkan permasalahan yang ada karena permasalahan akan muncul disebabkan harapan tidak sesuai dengan kenyataan jika ada hal demikian maka jangan ditanggungkan pada pemerintah tetapi seperti apa yang saya katakan sebelumnya kita mesti “berjuang melawan diri sendiri”. yang maksudnya adanya kesadaran bahwa kiti itu satu kesatuan yang harus mencari suatu keadaan yang lebih baik kedepannya. jangan menyalahkan siapa-siapa tapi perjuangan itu lebih eloknya dimulai dari diri pribadi mulai dari sekarang dan mulailah dari hal yang kecil. karena hal kecil akan berdampak besar jika kita lakukan bersama-sama.

  63. October 18, 2011 at 4:42 am

    MAMAN SUHERMAN
    1000900
    KONTRA
    ketika kita berbicara untuk merubah nasib bangsa ini melalui peranan pemuda, maka hal utama yang harus dilakukan adalah bagaimana merubah diri pemuda sendiri, karena pemuda di zaman sekarang sangatlah berbeda dengan pemuda-pemuda terdahulu sebagai pelopor perubahan. Tetapi pada zaman sekarang ini, kita sangat mengkhawatirkan generasi penerus bangsa kita ini. Kenapa ? karena pada zaman modern seperti sekarang ini, banyak generasi muda yang melaju di jalur yang salah. Mereka menenggelamkan diri mereka sendiri ke dalam dunia kehancuran. Mental mereka hancur, mereka hanya memikirkan kesenangan saja tanpa memikirkan perasaan orang tua dan bangsa mereka. Seseungguhnya hal seperti ini janganlah sampai terjadi, karena merugikan diri sendiri dan orang lain.
    Membangun kepemimpinan dan kepelopran tidak cukup dengan kata-kata harus ditunjang dengan pembangunan semangat dan kemampuan. Pendidikan serta organisasi kepemudaan adalah wahana yang paling tepat untuk membangun kemampuan secara akademik serta merangsang inisiatif dan membangkitkan motivasi. Keteladanan merupakan pendekatan yang penting dalam membangun semangat serta dukungan oleh masyarakat, atau tantangan dari masyarakat, juga merangsang bangkitnya semangat.
    Selanjutnya point penting dari langkah ini adalah me’nasionalisme’kan atau meng’idonesia’kan 4 point penting yaitu: organisasi, ideologi, media massa, dan dialog. Empat point tersebut harus kembali diarahkan kepada dasar negara kita yakni sesuai dengan nilai-nilai pancasila. BUKANKAH CITA-CITA SUDAH ADA, SDM SUDAH TERSEDIA, YANG DICARI ADALAH ORANG YANG RELA BERKORBAN UNTUK MEMBERSIHKAN PIKIRANNYA UNTUK MEMBANGUN BANGSA INI DENGAN BERSIH. dan itu adalah tugas dari Pemerintah sebagai penyelenggara Negara untuk menyediakan sarana dan prasarana dalam membentuk kepribadian bangsa yang rela berkorban melalui kebijakan-kebijakannya di bidang pendidikan, politik, sosial-budaya, ekonomi dan lain sebagainya.
    mengutip kata-kata dari Aa Gym, jika ingin melakukan sebuah perubahan maka lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulai saat ini.

    http://www.anakui.com/2010/12/03/pemuda-ubahlah-diri-anda-sendiri-untuk-mengubah-bangsa-ini/

  64. October 18, 2011 at 9:15 am

    Sutisna (0901576 kel Pro)

    Menanggapi pernyataan saudari Novia Sandi Apriyani bahwa hasil sumpah pemuda tidak berdampak begitu besar. Kemerdekaan negeri ini merupakan perjuangan dari seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali pemuda-pemudi Indonesia, sumpah pemuda adalah indikator bagi pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Nah apakah kemerdekaan itu bukan dampak yang besar bagi bangsa Indonesia ? yang sampai saat ini masih kita bisa rasakan. Selanjutnya anda menyatakan bahwa sebelum menuntut nasionalisme dan memajukan bersama-sama dalam pembangunan di negara ini. Sekarang ini, hanya pribadinya dulu yang dibenahi. Kini tinggal menikmati saja apa yang telah ada, tidak usah bersusah payah untuk berjuang. Jika semua pemuda-pemudi berpikiran seperti itu apakah nasionalisme itu akan tumbuh? Dengan menikmati apa yang telah ada dan tidak usah bersusah payah untuk berjuang, apakah kita siap menerima problem-problem yang nantinya akan mengancam bangsa ini? Tentunya dari sekarang kita harus bersiap-siap untuk menghadapinya.
    Kemudian Saya setuju dengan pernyataan saudara Angga bahwa pernyataan-pernyataan dari saudari Novia Sandi Apriyani itu adalah ladang perjuangan yang harus kita hadapi dan mencari jalan keluarnya yang lebih baik, demi kebaikan bangsa kita.

  65. October 18, 2011 at 1:36 pm

    Nama : Aldion Ariatama Ginting
    1005473
    kelompok pro

    http://nanienuneno.blogspot.com/2010/03/cinta-tanah-air.html

    http://anny.blogdetik.com/2008/11/26/meneruskan-perjuangan/

    http://firaairaito.blogspot.com/2009/11/pidato-memperingati-hari-sumpah-pemuda.html

    Sesuai dengan kata – kata the founding father Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa – jasa pahlawannya. Dilihat dari segi sosial, generasi muda saat ini tentunya dituntut memberikan sesuatu yang berharga pada bangsa ini. Dilihat dari segi sosial, makna melanjutkan perjuangan para pahlawan pada saat ini baiknya dianalogikan dengan sikap para generasi muda yang seakan acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar dan tuntutan masa depan yang akan dihadapi oleh mereka kelak. Sekolah, kuliah yang benar memang ini merupakan klise. tapi pada jaman sekarang banyak oknum mahasiswa yang selalu menyia – nyiakan kesempatan seperti terjerat narkoba, hubungan seks bebas juga foya – foya tak karuan. Apalagi dengan berbagai macam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat efek individualis yang menyerang berbagai macam bidang kehidupan terutama terhadap generasi muda. Seperti contoh kecil dalam kehidupan bermasyarakat di lingkungan kebanyakan anak kost, mereka seakan tidak acuh atau tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan teman / tetangga kost-nya. Faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut antara lain sifat menutup diri dari setiap individu yang seakan – akan melupakan semangat gotong – royong yang sejak dahulu telah mendarah daging di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Pemuda masa kini malah gampang melupakan arti penting sumpah pemuda karena adanya kemajuan teknologi di era globalisasi ini. Para pemuda sekarang sudah melupakan arti penting dari 3 isi sumpah pemuda yang telah mempersatukan tanah air, bangsa dan bahasa persatuan. Padahal bila dilihat dari segi sejarah, pada pemuda masa lau bersusah payah mempersatukan bangsa, tapi apa yang dibalas pemuda masa kini? Mereka malah seenaknya melupakan dengan melakukan bentrok antar pelajar.
    Beberapa dari pulau Indonesia sudah diaku dan bahkan dijual di salah satu situs internet, padahal arti sumpah pemuda pertama kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Harusnya para pemuda Indonesia mempertahankan tanah airnya. Saat ini banyak bentrokan antar pelajar. Padahal makna dari sumpah pemuda kedua kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia yang seharusnya tetap bersatu. Bahkan pada suku di pedalaman belum mengenal bahasa pemersatu bangsa yaitu bahasa Indonesia, padahal arti ketiga sumpah pemuda kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, mereka tidak mengenal karena mereka tidak bisa terhubung dengan dunia luar dan sulit belajar. Seharusnya pemerintah setempat mau menyelesaikan permasalahan ini.

    Disini tentunya peran kita sebagai generasi muda dituntut dalam memunculkan efek positif dan memberikan pengaruh yang berarti di kalangan masyarakat dengan menghidupkan kembali semangat gotong – royong di kalangan masyarakat. Apalagi sebagai mahasiswa, peran kita dituntut sangat besar dalam hal ini. APAKAH KITA MASIH BISA BERLEHA – LEHA DAN MENIKMATI HASIL PERJUANGAN PARA PAHLAWAN YANG TELAH SUSAH PAYAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK KEPADA BANGSA DENGAN MELIHAT REALITA BANGSA YANG SEPERTI INI DAN TIDAK SESUAI DENGAN MAKNA SUMPAH PEMUDA? Tentunya jawaban yang pasti adalah kita harus tetap melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam konteks perjuangan yang berbeda pada masa kini. Dan yang perlu ditekankan yaitu tidak ada kata puas dan berleha – leha dalam menikmati hasil kemerdekaan yang hanya bersifat secara hukum dan konstitusi saja, padahal negeri yang besar ini masih terbelenggu dalam jajahan dunia luar yang bersifat laten. Oleh karena itu mari bersama – sama membangun negeri ini dan melanjutkan perjuangan dengan cara memberikan yang terbaik kepada negeri kita yang tercinta ini.

  66. October 18, 2011 at 2:31 pm

    NAMA : HENDI ANTOPANI
    NIM : 1005753
    KONTRA
    Menanggapi Pernyataan Annga : Jangan lupa, Bumi yang kaya ini jika dikelola dengan baik akan membuat setiap rakyat Indonesia bisa memperoleh kemakmuran yang luar biasa sehingga bisa jadi suatu saat rakyat Indonesia sudah tidak perlu dikenakan pajak seperti saat ini, dan segala fasilitas bisa dinikmati dengan gratis berkat dari kekayaan alam yang melimpah yang dibagi kepada rakyat secara adil. Yang dibutuhkan Indonesia adalah penguasa baik, adil dan pandai yang amat mencintai rakyat dan menolak segala bentuk kebijakan yang menyulitkan masyarakat ……
    Jadi jelas sekarang yang kita tuntut itu hak – hak kita sebagai warga negara …. biarlah bapak moyang kita yang berjuang berat, sekarang kan zaman serba praktis … ya wajar kalau cara cara praktis pula yang kita banyak kerjakan di masa sekarang ini.
    Yang salah alam dan pendahulu kita kah yang mewariskan semua ini? keadaan yang terjadi sekarang di bangsa ini ? tentu tidak, kita banyak terima kasih pada pendahulu kita dan alam yang bersahabat ini …. caranya ya dengan memanfaatkan yang sudah ada dan tersedia ….. karena kalau diExplorasi terus terusan akan habis buakan? mending pakai yang ada dulu ….. ada masanya berjuang, ada masanya menikmati !
    ( Blogdetik.com)

  67. October 18, 2011 at 4:13 pm

    Angga deriansah (0901534, pro)

    menanggapi kembali pernyataan dari kelompok kontra terutama dari saudara Hendi. tadi anda memaparkan bahwa jika ada pengelolaan yang baik dari pemerintah tentu rakyat Indonesia akan sejahtera. jelas hal itu akan tercapai adanya, jika pemerintah yang bijak, adil, dan menghilangkan kepentingan pribadinya. tetapi jika dilihat dari kenyataan sekarang tentu berbeda kenyataannya 180 derajat. nah, justru hal yang demikian perlu adanya perubahan untuk melakukan perubahan maka harus disertai dengan tindakan yang kita sebut perjuangan. jika anda beranggapan sekarang kita cukup memanfaatkan yang sudah tersedia saja maka kita akan menjadi bangsa yang cukup puas saja dengan suatu keaadaan yang terjadi. jika saya mengutip dari artikel yang ada di alamat berikut http://sosbud.kompasiana.com/2011/07/30/sebuah-catatan-di-1-juni/, kita harus maknai lebih dalam lagi apa yang terjadi dari orang-orang sebelum kita..

    “Apa jadinya jika seorang Soetomo hanya menikmati keistimewaan sebagai kaum terpelajar, tanpa sebuah rasa bersalah untuk menolong bangsanya keluar dari jerat kebodohan? Namun dia memilih untuk bersusah-payah mendirikan sebuah yayasan yang siap untuk mengguncang sebuah peradaban dengan mengandalkan budi pekerti dan kecerdasan.”

    “Apa jadinya jika seorang Soekarno (yang pernah dihukum ketika mencontek di Ujian Mata Kuliah Geodesi) merasa cukuplah menjadi “mahasiswa ITB”, tanpa berpikir dan meringis melihat perlunya berjuang untuk sebuah kemerdekaan dari penjajah–yang normatifnya adalah rekan-rekannya sendiri di kampus dan kancah politik? Namun dia memilih meninggalkan kenyamanan dan menjadi yang terdepan dalam sebuah perlawanan atas ketidak-adilan dan revolusi besar.”

    ada banyak kemungkinan yang akan terjadi pada negri ini jika kita bertindak daripada hanya diam dan diam saja.Dengan kata lain perlu adanya perubahan dengan tindakan yang saya sebut sebagai perjuangan. perjuangan yang relevan saat ini yaitu dimulai dari diri pribadi dahulu dari hal yang kecil. toh nantinya tonggak kepemimpinan negri ini jatuh kebenak kita maka harus dikuatkan lagi dasar perjuangan yang ada pada setiap individu.
    mengutip kembali dari artikel tadi.. “Ketika pemuda berhenti berubah dan mengubah, runtuhnya sebuah bangsa adalah taruhannya…”

    http://sosbud.kompasiana.com/2011/07/30/sebuah-catatan-di-1-juni/

    http://wearetscrew.blogspot.com/2011/08/saya-muhammad-subhan-abdullah-ingin.html

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: